Breaking News

Soal Usulan Perubahan Status Abu Bakar Ba'asyir, Dr. Yunanto: Jangan Keluar dari Koridor Penanggulangan Terorisme

Staf Ahli Menkopolhukam Dr. Sri Yunanto 

JAKARTA - Staf Ahli Menkopolhukam, Dr.Sri Yunanto mengapresiasi usulan perubahan status Abu Bakar Ba'asyir dari napi Lapas Gunung Sindur menjadi tahanan rumah, yang diajukan keluarga Abu Bakar Ba'asyir. Namun, doktor Ilmu politik yang menekuni bidang pertahanan, keamanan dan terorisme itu mengingatkan, agar masalah ini diproses dengan hati-hati sesuai dengan koridor hukum dan ditangani lembaga-lembaga yang memiliki kewenangan terkait terorisme dan masalah hukum.

"Dalam hal ini, lembaga yang berwenang menangani masalah tersebut adalah.Polri BNPT dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham yang dikoordinasikan melalui Kemenkopolhukam," papar  Yunanto.

Ketika ditanya soal pernyataan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, terkait usulan perubahan status Abu Bakar Ba'asyir,  Yunanto tak berkomentar panjang. Pada prinsipnya, tegas Yunanto, prosesnya jangan keluar dari koridor penanggulangan terorisme dan penegakan hukum dengan memperhatikan aspek kemanusiaan.

Seperti diketahui, Abu Bakar Ba'asyir divonis 15 tahun penjara sejak 2011 karena dinyatakan bersalah melakukan tindakan terorisme. Sementara ini, Ba'asyir telah menjalani hukuman hampir 7 tahun di penjara. Awalnya, Ba'asyir dihukum di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Jawa Tengah. Namun karena kondisi kesehatannya menurun, Ba'asyir dipindahkan ke Rumah Tahanan Gunung Sindur, Bogor.

Pada Agustus 2017, kondisi kesehatan Ba'asyir memburuk lagi hingga kakinya bengkak. Setelah mengajukan permohonan rujukan dan  berkoordinasi dengan BNPT, Ba'asyir menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Jantung Harapan Kita Jakarta pada Kamis 10 Agustus 2017. Dokter menyimpulkan terjadi gangguan katup pembuluh darah yang mengakibatkan pembengkakan.

Belakangan, kesehatan Ba'asyir kembali mengalami gangguan. Karena itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ma'ruf Amin mengajukan permohonan kepada  Presiden Joko Widodo agar terpidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir dipindahkan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan perawatan.  Permohonan pemindahan Abu Bakar Ba'asyir ke  Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo tersebut, akhirnya mendapat persetujuan dari Presiden Jokowi.[red]

Tidak ada komentar