Breaking News

Tagar #MeToo Hantam Gubernur Chungcheong Selatan Hingga Mundur


Gelombang tagar #MeToo menghantam Korea Selatan hingga seorang politikus berpengaruh mengundurkan diri. Sekedar tahu, tagar #MeToo pertamakali digunakan di Amerika pada 2006 oleh Tarana Burke, seorang aktivis wanita anti pelecehan seks. Pasca "person of the Year 2017" tagar itu  mulai digunakan orang untuk mendorong korban-korban pelecehan seksual agar berani berbicara. Dan sejak Oktober 2017 menjadi viral ke seluruh dunia.

Adalah Gubernur Provinsi Chungcheong Selatan, Ahn Hee-jung, yang terkena serangan tagar  #MeToo. Tokoh yang pernah menjadi calon presiden itu, akhirnya mengakui kesalahannya dan mengumumkan pengunduran dirinya di Facebook, 5 Maret 20018 lalu.

Pengunduran diri pejabat pemerintah Korea Selatan itu merupakan lanjutan dari rentetan pengunduran diri tokoh-tokoh masyarakat dan hiburan, akibat gelombang testimoni #MeToo.

Beberapa skandal diungkap melalui media sosial oleh para korban pelecehan seksual dengan tagar @MeToo, yang kemudian disusul pengakuan dan permintaan maaf oleh para pelakunya,

Tercatat antara lain Ko Un, seorang penyair terkemuka yang diharapkan mendapat hadiah Nobel; Kim Ki-Duk dan Lee Yoon-taek - sutradara-sutradara terkenal; beberapa aktor terkenal, bahkan seorang pastor Katolik (www.koreatimes.co.kr/www/nation/2018/02/356_244728.html).

Presiden Moon Jae-in menyatakan dukungan pada gerakan #MeToo dengan mengatakan kekerasan berlandaska gender "memungkinkan yang lebih kuat akan menekan secara seksual atau melakukan kekerasan seksual terhadap yang lebih lemah." [ind]

Tidak ada komentar