Breaking News

Awas, Jangan Sembarangan Buang Struk ATM: Bisa Dipakai Penjahat Skimming


SURABAYA - Awas, jangan sembarangan membuang struk transaksi ATM. Sebab, dari struk ATM yang dibuang sembarangan itu dapat dimanfaatkan para penjahat skimer ATM. Modus penggunaan struk ATM ini sudah terjadi di Kediri, Jawa Timur. Untungnya, polisi sudah berhasil membekuk komplotan penjahat pembobol ATM tersebut

Seperti diberitakan Polres Kediri Kabupaten menangkap empat pelaku skimming Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Keempat pelaku tersebut adalah Supeno (43), Nur Mufid (35), Mustofa (49), dan Sujianto (48).

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud menjelaskan, modus operandi para pelaku antara lain, Ahmad Jazuli (DPO) mengajak Supeno untuk mencari struk ATM khusus mesin merek Hyosung. Ahmad Jazuli memberi iming-iming Supeno akan mendapatkan keuntungan sebesar 10 persen dari hasil kejahatan.

Pelaku juga memiliki peran masing-masing dalam melakukan aksi kejahatannya. Seperti Mr X yang menjadi peretas, Ahmad Jazuli pengirim data nasabah yang belum diolah, Arjuna (DPO) pengirim data nasabah yang sudah diolah, Supeno bertugas menggandakan data, Mustofa dan Sujianto memasang spycam, serta Nurmufid selaku pengambil uang.

"Kasus ini bisa menjadi pembelajaran, khususnya dari pihak perbankan untuk lebih hati-hati dan waspada. Kemudian saya sangat setuju segera mengubah sistem magnet dengan cip saja kira-kira begitu, lebih aman," tuturnya.

Dia mengatakan, penggunaan cip pada kartu ATM menjadi salah satu upaya untuk mencegah terulangnya kasus skiming. Meskipun menurutnya, kejahatan juga akan turut berkembang seiring dengan perkembangan teknologi.

"Dulu tidak ada pencurian seperti ini. Kalau persoalan skimnya sendiri sudah diselesaikan dengan baik, dikelola dengan baik oleh perbankan sehingga tidak menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat," kata dia.@

Tidak ada komentar