Breaking News

Fahri Minta KPK Tuntaskan Kasus Bank Century


JAKARTA - Putusan hakim tunggal Effendi Mochtar yang meminta KPK  meneruskan kasus Bank Century dengan menetapkan tersangka Boediono, mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.

Dia berharap, KPK segera menanggapi skandal kasus Bank Century. Fahri menyayangkan atas kinerja KPK yang dinilainya lambat dan menutup-nutupi atas skandal kasus Bank Century.

"KPK itu dulu nutup-nutupin kasus Century, bagaimana kasus yang begini terang benderang, ya kan, yang terdelay ya kan, dan saya ingat betul sejarah delaynya detail gitu". ujar Fahri di sela acara diskusi di Jakarta, kemarin.

Fahri menilai, KPK terkesan menutup-nutupi skandal kasus Bank Century dengan alasan bermacam-macam. "Mulai dari datanya hilang, datanya kebalik, kita juga bentuk timwas ngawasi, masa gak nemukan kesalahan dan means rea katanya itu, scald means rea setengah mati, padahal ini ada auditnya tiga kali. ada audit umum, audit tujuan tertentu, sama audit aliran dana," jelas Fahri.

Bahkan, Fahri menengarai KPK ikut berpolitk. "Dari awal KPK berpolitik, KPJ itu partai politik. percaya saya deh, sebentar lagi mereka mau ikut pilpres," ujarnya.

Fahri juga menegaskan bahwa KPK adalah partai politik yang sudah tidak mengedepankan lagi penegakkan hukum. Oleh karenanya, perlu dipikirkan untuk membubarkan KPK dengan memberikan kewenangan kepada polisi dan jaksa guna manangani kasus korupsi. "Jadi KPK ini parpol, dia gak clear sebagai penagak hukum. makanya bubarkan KPK. Berikan polisi dan jaksa kewenangan yang sama atau kewenangan pemberantasan korupsi, insya allah aman Indonesia, korupsinya selesai. Negaranya aman".

Fahri juga menyebutkan bahwa KPK ikut memasuki ranah pilkada bahkan di parpol pun KPK berpolitik, sehingga tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi. "Orang tertentu dikejar sampai ke lubang tikus, orang tertentu dibiarin aja.  Ada yang gentayangan bertahun-tahun dibiarin aja, udalah ini politik ko ya kan. KPK itu tidak bisa melindungi diri dari politik, karena dia tidak mau tunduk pada sistem negara," jelasnya.

Untuk itu, Fahri mengingatkan KPK melakukan penagakan hukum dan jangan ikut berpolitik.

Tidak ada komentar