Breaking News

Indonesia Kini Jadi Negara Terdepan dalam Pemberantasan Ilegal Fishing


JAKARTA - Indonesia kini menjadi negara terdepan dalam pemberantasan ilegal fishing. Bahkan, berbagai negara meminta belajar ke Indonesia untuk menangani ilegal fishing.

Hal itu diungkap Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Zulficar Mochtar, dalam acara Seminar Nasional bertema "Keamanan dan Keselamatan Laut dalam Mewujudkan Poros Maritim Dunia" yang digelar Koalisi Bersama Rakyat (KIBAR) di Hotel Borobudur Jakarta, pada 5 April 2018.

Zulficar mengatakan, KKP telah menenggelamkan lebih dari 300 kapal asing pelaku ilegal fishing. Tujuannya untuk memberikan pesan penting bahwa Indonesia tidak main-main. “Karena jika kita berkompromi, masa depan cucu kita dipertaruhkan,” kata Zulficar.

Terlebih, ujar Zulficar, ilegal fishing tak hanya mencuri ikan, tapi sekaligus menyelundupkan narkoba, organisme langka, dan penjualan manusia. Zulficar juga mengatakan bahwa laut adalah masa depan bangsa. Hal itu terkait kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan.

Jika tak memiliki kedaulatan, kata Zulficar, bagaimana mungkin Indonesia bisa mengelola sumber daya kelautan. Pengelolaan itu harus dilakukan secara berkelanjutan untuk tujuan kesejahteraan. “Kalau dikelola secara serampangan, akanbermanfaat secara ekonomi namun keberlanjutannya tidak ada,” ujar Zulficar.

Sayangnya, kata Zulficar, seperti juga dikatakan oleh Presiden Joko Widodo 2014 lalu, Indonesia telah lama memunggungi laut. Indonesia sebelumnya terlalu berperspektif daratan. Tak heran bila rumah penduduk membelakangi laut dan sampah di buang di sana. “Maka banyak masalah, dari kemiskinan hingga sampah. Poros maritim dunia kita mulai bergeser,” ujar Zulficar.

Padahal, ungkap Zulficar, perairan Indonesia merupakan lalu lintas dunia. Indonesia juga memiliki kekayaan laut luar biasa dengan lebih dari 17.000 pulau dan 18 persen terumbu karang dunia. Berbagai asupan protein hewani berlimpah di lautan.

Pada seminar ini, KIBAR juga menghadirkan sejumlah pembicara lain seperti Agus H. Purnomo (Dirjen Perhubungan Laut),  dan Ari Soedewo (Kepala BAKAMLA). Dua tokoh pendiri KIBAR,  Jenderal (Purn) Dr. H. Wiranto (Menko Polhukam) dan Setiawan Djodi (seniman dan pengusaha), juga ikut hadir memberikan semangat.@



Tidak ada komentar