Breaking News

Kapal Pengangkut Dua Ribu Ton Pupuk Urea Bocor di Selat Bangka


JAKARTA - Sebuah Kapal Motor (KM) bernama Dewi Bulan 88 mengalami kebocoran di perairan Selat Bangka bagian barat, beruntung Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung ( Babel) segera mengetahui informasi tersebut, sehingga melakukan pencarian dan pertolongan (SAR), Kamis 5 April 2018.

 Komandan Lanal (Danlanal) Babel, Kolonel Laut (P) Iwan Kuswanto menjelaskan, kapal tersebut bertolak dari dermaga Pusri Palembang menuju Pelabuhan Tanjung Buton, Kepulauan Riau dengan membawa muatan berupa pupuk urea non subsidi 2000 ton.

Namun ditengah perjalanan, KM Dewi Bulan 88 mengalami kebocoran pada ruang mesing dengan ketinggian air laut 1 meter. Lalu, kapten kapal meminta bantuan melalui radio canel 16 dan tersambung dengan KM Cengkeh 8 yang kebetulan melintas di perairan itu. Alhasil, KM Cengkeh 8 memompa air keluar dari ruangan mesin kapal tersebut.

 Dari informasi yang dikirim, pihak Lanal Babel kemudian mengutus Pos Angkatan Laut (Posal) Muntok untuk bergabung dengan tim SAR lainnya, yakni Polair Polres Muntok, Direktorat Polair Polda Babel, Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Muntok, dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Palembang.

 Setibanya di lokasi, lanjutnya, para tim SAR gabungan mengamankan area dan berusaha mengapungkan kapal dengan melakukan penambalan menggunakan pasak kayu. Setelah upaya tersebut berhasil dilakukan, KM Dewi Bulan 88 kemudian di tarik menuju Sungai Sembilang, Palembang, Sumsel untuk ditangani lebih lanjut.

 Menurutnya, pada kejadian itu, tidak ada kerugian material ataupun personil. "KM. Dewi Bulan 88 beserta 15 ABK dapat diselamatkan," ujarnya seperti dilansir gardanasional.id.

Tidak ada komentar