Breaking News

Kibarkini Kupas Peran Strategis Kaum Muda dalam Pilpres 2019


JAKARTA - Kaum muda menjadi bagian penting dalam pesta demokrasi yang akan digelar pada tahun 2019 nanti. Tercatat jumlah pemilih usia 17 - 35 tahun mencapai 52% dari jumlah pemilih atau setara dengan 100 juta pemilih. Untuk itu dibutuhkan partisipasi aktif kaum muda dalam Pemilihan Presiden 2019, agar tidak sekedar menjadi objek politik. Sudah selayaknya kaum muda jangan hanya menjadi penggembira pesta demokrasi saja, tetapi harus mampu menjadi aktor utama pada Pilpres 2019 nanti.

Belajar dari pengalaman pilpres 2014, residu politik yang dihasilkan saat ini masih terasa dampaknya. Perseteruan antar pendukung capres 2014 terus berlanjut tanpa ada kata akhir. Olahan isu yang dimainkan oleh masing-masing kelompok masih terus mewarnai media massa, khususnya di media sosial. Kondisi semakin diperparah dengan adanya berita-berita palsu atau hoax yang sengaja disebarluaskan. Hingga sulit bagi masyarakat untuk membedakan berita yang benar dengan berita yang palsu (hoax).

Hampir empat tahun berjalan sejak Pilpres 2014, dinamika politik selalu memanas. Ditambah dengan  menguatnya isu sektarian dengan kemasan populisme politik secara perlahan menggerogoti persatuan nasional.

Belum tuntas bangsa ini menyelesaikan problematika sosial, politik dan ekonomi, tanpa terasa Pilpres 2019 sudah di depan mata. Kontestasi politik untuk memilih pemimpin nasional periode 2019 - 2024 sudah akan digelar. Bahkan bersamaan dengan pemilihan calon anggota legislatif.

Mengutip pandangan  Cucun Ahmad Syamsurijal, Ketua DKN Garda bangsa, bahwa di tengah kontestasi, ada sesuatu yang penting, yakni membangun nalar kebangsaan. Sayangnya nalar kebangsaan yang diharapkan mampu memberi warna dominan menilai suara akhir-akhir ini ‘kalah’ lantang dengan fenomena fake news atau hoax. Visi kebangsaan dan nilai perjuangan kaum muda semakin tidak terdengar.

Karena itu, di tengah iklim politik yang semakin memanas, kehadiran kaum muda yang mampu menggagas ide dan gagasan segar tetap dibutuhkan. Kaum muda yang sadar akan pentingnya visi kebangsaan untuk merawat persatuan nasional. Kaum muda yang hadir sebagai aktor politik yang memberikan makna demokrasi yang dapat mewujudkan keadilan dan mensejahterakan rakyat.

Berdasarkan pertimbangan itu Kibarkini.com menggelar diskusi publik dengan tema: "Peran Strategis Kaum Muda dalam Pilpres 2019 untuk Mewujudkan Demokrasi yang Sehat, Berkeadilan dan Mensejahterakan". Acara ini akan dilaksanakan  di Resto Atjeh Connection, Sarinah Thamrin Jakarta, pada Sabtu, April 2018 pukul 13.00 - 16.00.

Nara sumber yang diundang hadir antara lain Deputi IV Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Eko Sulistyo. Para aktor aktivis kampus juga akan jadi nara sumber, seperti Ketua Umum PB. HMI, Ketua Umum PMII, Ketua Umum PMKRI

Tujuan diskusi dapat dijadikan wahana curah ide dan gagasan kalangan aktivis. "Dalam diskusi ini diharapkan dapat menyusun solusi terhadap persoalan politik menjelang pemilu 2019 serta  penguatan visi kebangsaan dalam proses pemecahan masalah," papar Agus Zaini, Penanggungjawab Kibarkini.com.@

Tidak ada komentar