Breaking News

PB HMI Serukan Perdamaian di Konferensi Pemuda Muslim Dunia


JAKARTA - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menghadiri Forum Islamic Conference Youth Forum for Dialogue and Cooperation (ICYF-DC) yang berlangsung  di Baku, Azeirbaijan, pada 15-19 April 2018. Dalam Forum Pemuda Muslim Seluruh Dunia ini, Ketum PB HMI, Respiratori Saddam Al Jihad, yang hadir mewakili pemuda muslim Indonesia, menekankan, pertingnya menjaga perdamaian secara bersama-sama.

“Kita harus sama-sama menciptakan iklim perdamaian di seluruh dunia. Sudah lama kita menyaksikan penjajahan terhadap negeri Palestina, jangan ada darah yang menetes lagi, jangan biarkan ada korban jiwa yang tidak berdosa jatuh lagi,” kata Saddam.

‘Call for peace, solidarity and reconciliation between OIC Member States, given the necessity for joint action to address challenges of the future in need of unity and immediate attention in the present, while stressing the need for Member States to depoliticize all youth related decisions;’ demikian bunyi salah satu poin rekomendasi dalam forum pemuda itu.

Perlu diketahui, forum tersebut pada dasarnya didirikan untuk membicarakan isu mengenai pembangunan pemuda muslim. Banyak isu yang dibahas, mulai dari pendidikan,ekonomi, politik terutama yang berkaitan dengan pemuda. Peserta forum berasal  dari negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Pada pertemuan kali ini, setidaknya telah melahirkan sedikitnya 9 rekomendasi. Salah satunya yang tetap relevan adalah ajakan menciptakan perdamaian.

Pada prinsipnya, semua sepakat untuk sama-sama membangun solidaritas demi sebuah rekonsiliasi bagi negara-negara yang tergabung di OKI yang terlibat konflik. Seperti diketahui, wilayah Timur Tengah rentan terjadi konflik atau perang, termasuk adanya seruan presiden AS dan sekutunya untuk menyerang Syria serta belum adanya soalusi terkait penjajahan Palestina.

Khususnya dalam pembangunan pemuda, menurut Saddam Al Jihad, tidak mungkin bisa dilepaskan dari isu pendidikan. Sejalan dengan apa yang pernah dikatakan peraih nobel ekonomi, Amartya Sen, Saddam menegaskan bahwa ‘pendidikan adalah kapabilitas’.

Melalui pendidikan, kata dia, manusia bisa tercerahkan, dan yang paling penting bisa terbebas dari kemiskinan. Peradaban setidaknya bisa lebih baik akibat pendidikan. Orang-orang berpendidikan berpeluang punya kehidupan layak. "Diharapkan, lewat orang-orang muslim terdidik masa depan dunia menjadi jauh lebih baik, tegasnya.

Untuk mewujudkan itu, lanjut Saddam, muslim dunia mesti merancang pola pendidikan yang efektif dan tepat sasaran. Tidak ada cara lain. Kunci kemajuan dari suatu bangsa adalah pendidikan. "Dari sana akan lahir suatu penemuan yang tentu bisa bermanfaat bagi kepentingan orang banyak. Pemuda muslim hari ini juga penting merawat warisan-warisan Islam dan hak asasi manusia demi terciptanya masyarakat yang adil, dan memberikan kesempatan yang sama dalam hal kebebasan berbicara dan berusaha," tegasnya.@

Tidak ada komentar