Breaking News

Presiden Ajak Siswa Taruna Tidak Manja: 2045 Indonesia Harus Jadi Negara 5 Besar Dunia

JAKARTA - Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan siswa dan siswi SMA Taruna Nusantara di Istana Negara, Jakarta. Kepada sekitar 393 pelajar yang hadir, Kepala Negara menanamkan optimisme untuk menatap masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik.

Presiden mengajak para pelajar Taruna Nusantara agar tidak manja. Sebaliknya, Presiden mengajak mereka untuk optimistis menatap masa depan bahwa negara ini akan menjadi sebuah negara besar dengan usaha keras, kerja keras, dan kita harus meyakini bahwa pada tahun 2045  Indonesia akan menjadi negara yang masuk lima besar ekonomi dunia.

"Sebagai generasi yang nantinya akan memimpin negara ini ya harus tahan banting, tahan uji, tidak cengeng, dan tidak manja. Apalagi bermalas-malasan," tegas Presiden.

Visi Indonesia Emas 2045, menurut Presiden, tidak mustahil untuk diwujudkan. Pada tahun tersebut, Kepala Negara meyakini bahwa Indonesia merupakan lima besar negara dengan ekonomi terbesar di dunia di mana PDB Indonesia mencapai USD9,1 triliun dengan pendapatan per kapita USD29.300 dari 309 juta penduduk.

Pada kesmpatan ini, Presiden juga mengingatkan para pelajar Taruna Nusantara agar memahami hasil riset yang dipublikasikan Bappenas, McKinsey, dan Bank Dunia. Sesuai hasil riset itu, Indonesia diperkirakan akan mampu menembus sepuluh besar negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030 mendatang.

Perkiraan-perkiraan tersebut dapat diwujudkan bila seluruh elemen bangsa mau bekerja keras, tahan uji, dan tahan banting menghadapi segala ujian yang dihadapi bangsa. Ia berujar, tidak pernah ada suatu negara yang mampu secara instan menjadi negara besar tanpa melalui kerja keras.

Lebih lanjut, Presiden kembali menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pemerintah saat ini merupakan fondasi awal bagi negara untuk dapat bersaing dengan negara-negara lainnya. Pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia itu juga untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Tujuh belas ribu pulau yang kita miliki membutuhkan infrastruktur-infrastruktur itu. Koneksi antarpulau dan antarkota memerlukan sarana-sarana seperti itu," ucapnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Tidak ada komentar