Breaking News

Presiden Tolak Permintaan Alumni 212 Soal Penghentian Kasus Hukum Rizieq Shihab


JAKARTA - Permintaan alumni 212 kepada Presiden Joko Widodo untuk menghentikan kasus hukum pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, akhirnya tak bisa disetujui. Hal itu diungkap Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo seperti dilansir kompas.com, Jumat 27 April 2018.

Seperti diberitakan media, permintaan penghentian kasus hukum itu disampaikan alumni 212 saat pertemuan tertutup dengan Jokowi di Istana Bogor, Minggu (22/4/2018).

"Dalam pertemuan itu salah satu hal mengemuka yang disampaikan persaudara alumni 212 adalah menghentikan proses hukum terhadap apa yang disebut sebagai kriminalisasi, seperti Pak Habib Rizieq Shihab dan kawan-kawan," kata Johan Budi di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/4/2018).

"Intinya minta kepada Presiden untuk dilakukan SP3. Dihentikan proses penyelidikan dan penyidikan," ujar Johan.

Namun, menurut Johan, Jokowi menolak permintaan Alumni 212 tersebut. Sebab, Jokowi tidak bisa mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.

"Ketika menghadapi permintaan itu, Presiden menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum. Jadi tunggu proses hukum yang profesional. Presiden tidak mau melakukan intervensi terhadap proses hukum," kata Johan.

Tidak ada komentar