Breaking News

Projo Gelar Nobar Piala Dunia 2018 di 15 Ribu Lokasi


JAKARTA - Organisasi Masyarakat (Ormas) relawan Pro Jokowi (Projo ) menyambut pagelaran Piala Dunia 2018 di Rusia dengan  acara nonton bareng (nobar)  selama satu bulan penuh mulai tanggal 14 Juni 2018 sampai 15 Juli 2018. Nobar Piala Dunia 2018 ini akan digelar sedikitnya di 15.000 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke , dari Miangas sampai Pulau Rote.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sudah merestui acara tersebut. Bahkan, Presiden Jokowi rencananya akan ikut hadir di tiga lokasi Nobar, yaitu Aceh, Papua, dan Solo. "Presiden rencananya hadir minimal di tiga kota tapi kita usulkan 22 kota, " kata Budi.

Pada acara ini, lanjut Budi, akan ada selingan pemutaran video keberhasilan program-program Jokowi selama ini. Namun, menurut Budi, Projo tak akan melakukan kampanye vulgar pada acara itu. "Ini kan acara pesta rakyat. Nggak kampanye vulgar lah. Hanya informasi pencapaian - pencapaian pemerintah ," terangnya.

Selain untuk menghibur masyarakat, Budi menerangkan bahwa tujuan dari acara yang ia gagas beberapa bulan kebelakang tersebut juga untuk konsolidasi relawan Pro Jokowi yang ada di seluruh Indonesia.

"Memberikan hiburan rakyat satu bulan penuh. Projo bekerja sama dengan seluruh komponen relawan yang ada di seluruh Indonesia. Kami ingin bersatu dan solid . Tema acara nobar Piala Dunia 2018 adalah Dengan Bola kita guyub , damai dan bersatu, " kata Budi.

Ia memperkirakan setidaknya ada 75 puluh juta orang yang akan berpartisipasi di acara tersebut. "Rencana kami ada 15.000 titik di seluruh Indonesia jika di kali 5.000 orang satu titik," terang Budi.

Budi menerangkan bahwa Panitia Nasional untuk acara tersebut sudah terbentuk. Menurutnya jumlah panitia dari acara tersebut sekitar 3 juta orang. "Panitianya 200 orang satu titik," kata Budi.

Untuk keseluruhan biaya operasional dari kegiatan tersebut, ia menerangkan bahwa sebagian kecil saja dananya berasal dari kantor DPP dan sebagian besar dari swadaya masyarakat dan gotong royong. Ia sendiri tidak merinci berapa presentase jumlah dana dari DPP dan berapa dari masyarakat.

"Dananya swadaya, gotong royong. Lagi dihitung dana rinciannya.Kalo dari kita sendiri ya nggak kuat. Kita percaya kekuatan gotong royong ," ungkap Budi.

Budi juga mengatakan sejauh ini kendala yang ia temukan ada di teknis pendistribusian alat ke seluruh daerah tersebut. "Teknis aja sih. Mobilisasi alat kan pekerjaan detil yang harus diberesin. "Nggak gampang," kata Budi.@

Tidak ada komentar