Breaking News

Pusterad Libatkan Masyarakat dalam Selesaikan Masalah


JAKARTA - Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat (Pusterad) menggelar kegiatan Komunikasi Sosial  (Komsos) yang melibatkan komponen masyarakat. Pelibatan tersebut merupakan upaya menghubungkan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan masyarakat, dalam penyelesaian masalah yang kerap terjadi di Indonesia. Pembukaan kegiatan komunikasi sosial ini dilakukan oleh Komandan Pusterad, Mayor Jenderal TNI Hartomo di Aula Gajah Mada Markas Pusterad, Jakarta Timur, pada Selasa 17 April 2018.

Komandan Pusterad, Mayor Jenderal TNI Hartomo menjelaskan, untuk melaksanakan tugas pokok TNI sesuai Undang-Undang nomor 34 tahun 2004, yakni menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, serta melindungi segenap   bangsa   dan   seluruh   tumpah darah indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara, maka pihaknya senantiasa menyelenggarakan Komsos tersebut dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Sehingga tercipta hubungan yang harmonis dalam menjaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara.

Menurutnya, jalin komunikasi menjadi hal yang biasa dilakukan. Olehnya itu, dalam membangun konsep jati diri yang baik, maka TNI selalu mengedepankan komunikasi sosial yang humanis terhadap seluruh komponen bangsa. "Komunikasi sosial TNI ini dilakukan untuk memperoleh hubungan yang harmonis dalam mendukung mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat," tegas Hartomo, saat membuka kegiatan komunikasi sosial di Aula Gajah Mada Markas Pusterad, Jakarta Timur, Selasa 17 April 2018.

Semakin banyaknya isu global, mengharuskan TNI bertransformasi menjadi suatu organisasi yang profesional. Bahkan meningkatkan kemampuan individu sehingga mampu menghadapi ancaman nyata tersebut. "Saat ini, kondisi sulit diprediksi. Upaya adu domba, provokasi, penyalahgunaan media sosial, dan serangan cyber menjadi suatu ancaman," ujarnya.

Untuk itu, menanggapi hal tersebut, TNI  terus dituntut agar tampil lebih humanis luar dan dalam. Sehingga komunikasi yang dikeluar dapat diterima oleh masyarakat secara baik. "Kita pahami bahwa tuntutan dan tantangan tugas kita kedepan tidaklah semakin ringan, karena adanya dinamika dan perubahan lingkungan strategis yang sedemikian cepat," kata Hartomo.

Seluruh komponen bangsa dan masyarakat dituntut cerdas dengan banyaknya isu-isu yang ada. Sehingga TNI diharapkan dapat hadir ditengah-tengah rakyat sebagai penyejuk dan perekat persatuan serta kesatuan bangsa melalui komunikasi sosial.

Ia bahkan mengingatkan, 2018 merupakan tahun politik. Sehingga tidak menutup kemungkinan menjadi salah satu sumber terjadinya konflik dalam masyarakat, begitupun dengan permasalahan lainnya seperti isu SARA.

Sehingga dengan adanya komunikasi sosial pada sejumlah komponen masyarakat, diharapkan dapat memberikan masukan    dan saran terhadap   situasi saat ini. "Saran dan pendapat dari forum ini, nanti dapatnya memberikan solusi kondisi," imbuhnya.(Irfan)

Tidak ada komentar