Breaking News

Sukmawati Akhirnya Minta Maaf


JAKARTA - Sukmawati Soekarnoputri akhirnya menyampaikan permohonan maaf terkait pembacaan puisinya yang dinilai mencederai umat Islam. Permohonan maaf tersebut dipaparkan dalam keterangan pers di salah satu restoran di Cikini, Jakarta Pusat.

Putri proklamator Soekarno itu menyatakan setulus hati minta maaf apabila pernyataannya menyinggung umat Islam.

Dia tak bermaksud melecehkan apalagi menista Islam, agama yang ia anut dan juga dianut oleh ayahnya.

Sukmawati sempat menangis saat membacakan pernyataan pers dan permohonan maafnya tersebut. Berikut 5 poin pernyataan Sukmawati pada klarifikasinya.

1. Puisi Ibu Indonesia yang saya bacakan adalah sesuai dengan tema dari acara pagelaran busana yakni Cultural Identity, yang mana semata-mata adalah pandangan saya sebagai seniman dan murni merupakan karya sastra Indonesia.

2. Saya mewakili pribadi, tidak ada niatan untuk menghina umaf Islam Indonesia dengan puisi Ibu Indonesia. Saya adalah seorang muslimah yang bersyukur dan banggsa akan keislaman saya, putri seorang proklamator Bung Karno yang dikenal juga sebagai tokoh Muhammadiyah, dan juga tokoh yang mendapatkan gelar dari Nahdatul Ulama sebagai Waliyul Amri Ad Dharari Bi Asyyaukah ( pemimpin pemerintahan di masa darurat yang kebijakan-kebijakannya mengikat secara de facto dengan kekuasaan penuh.

3. Puisi Ibu Indonesia adalah salah satu puisi yang saya tulis, yang menjadi bagian dari Buku Kumpulan Puisi Ibu Indonesia yang telah diterbitkan tahun 2006. Puisi Ibu Indonesia ini ditulis sebagai refleksi dari keprihatinan saya tentang rasa wawasan kebangsaan dan saya rangkum semata mata untuk menarik perhatian anak anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia asli.

4. Puisi itu juga saya tulis sebagai bentuk upaya mengekspresikan dari melalui suara kebudayaan, sesuai dengan tema acara. Saya pun tergerakkan oleh cita-cita untuk semakin memahami masyarakat Islam Nusantara yang berkemajuan, sebagaimana cita-cita Bung Karno. Dalam hal ini Islam yang bagi saya begitu agung, mulia, dan indah. Puisi itu juga merupakan bentuk penghormatan saya terhadap Ibu Pertiwi Indonesia yang begitu kaya dengan tradisi kebudayaan dalam susunan masyarakat Indonesia yang begitu berbineka namun tetap tunggal ika.

5. Namun karena karya sastra dari puisi Ibu Indonesia ini telah memantik kontroversi di berbagai kalangan, baik pro dan kontra khususnya di kalangan umat Islam, dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf lahir batin kepada umat Islam Indonesia khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi Ibu Indonesia.

Usai memberikan keterangan pers, Sukmawati berteriak: "Merdeka"!

Tidak ada komentar