Breaking News

TNI AD Hormati Keputusan PB IDI Terkait Status Dokter Terawan


JAKARTA - Keputusan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI yang menunda pemecatan dokter Terawan Agus Putranto mendapat tanggapan positif dari TNI AD.

"TNI AD menghormati keputusan PB IDI yang menunda pelaksanaan putusan MKEK yang menjadi polemik selama ini akibat tersebar di ruang publik," papar TNI AD melalui siaran pers Dispenad.

Dalam siaran pers tersebut, TNI AD menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kerjasama baik yang telah terbangun antara TNI AD dan  Media Massa selama ini, serta atas pemberitaan yang obyektif dan berimbang terkait permasalahan yang dihadapi oleh Mayjen TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Kepala RSPAD Gatot Subroto.

Berikut empat poin tanggapan TNI AD terkait masalah ini:

Pertama, TNI AD menghormati keputusan PB IDI yang menunda pelaksanaan putusan MKEK yang menjadi polemik selama ini akibat tersebar di ruang publik. TNI AD meyakini bahwa putusan yang diambil oleh PB IDI tersebut telah dilakukan melalui berbagai pertimbangan yang matang. TNI AD menilai keputusan yang dikeluarkan oleh PB IDI
tersebut sebagai representasi proporsionalitas penilaian IDI dalam menyikapi sebuah permasalahan yang timbul. Oleh karenanya, TNI AD mengajak semua pihak untuk menghormatinya sebagai sebuah keputusan organisasi terhadap anggotanya.

Kedua, Ketua Umum Pengurus Besar IDI Prof. dr. Ilham Oetama Marsis telah menyampaikan melalui siaran berita bahwa PB IDI menunda melaksanakan putusan MKEK karena keadaan tertentu. Oleh karenanya ditegaskan bahwa hingga saat ini Dr. dr.
Terawan Agus Putranto masih berstatus sebagai anggota IDI.

Ketiga, terkait dengan layanan Digital Substraction Angiography (DSA), TNI AD mendukung sepenuhnya rekomendasi dari PB IDI yang menyerahkan kelanjutan penilaiannya kepada Tim Health Technology Assesment (HTA) Kementerian Kesehatan RI, termasuk untuk melakukan uji klinis. TNI AD berkomitmen untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi masyarakat, dan akan mendukung apapun yang membawa kebaikan bagi kepentingan masyarakat Indonesia.

Keempat, TNI AD akan mendukung PB IDI untuk melakukan penyelidikan terkait kebocoran Surat Keputusan MKEK yang seharusnya bersifat rahasia dan untuk konsumsi internal.

"Demikian penjelasan yang dapat disampaikan kepada media, dan diharapkan agar semua
pihak menghormati keputusan PB IDI", papar Dispenad.

Tidak ada komentar