Breaking News

Canter Sangaji: Butuh Stimulus Agar LRT dan MRT Dapat Menjadi Gaya Hidup Baru


JAKARTA - Anggota Komisi D DPRD DKI Fraksi Hanura Abdul Canter Sangaji mendorong agar moda transportasi Light Rail Transit (LRT) masuk ke dalam program OK Otrip. Sehingga, program unggulan Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakilnya, Sandiaga Uno bisa membantu masyarakat.

Moda transportasi LRT ini harus mendapat perhatian serius, bukan hanya karena dibangun dengan biaya yang cukup besar, tetapi merupakan terobosan yang dapat mengubah gaya hidup masyarakat.

"Pemerintah bukan hanya menjadikan proyek LRT hanya sebatas proyek fisik, tapi harus mampu menciptakan tumbuhnya gaya hidup baru dalam memanfaatkan transportasi massal," tegas Canter.

Untuk menciptakan tumbuhnya kesadaran menggunakan transportasi massal dibutuhkan stimulus yang kuat, antara lain penyediaan moda transportasi yang layak, biaya yang terjangkau, serta keamanan dan kenyamanan.

Pria yang akrab dipanggil Canter ini mengatakan, seluruh warga Jakarta dapat menikmati naik LRT jika tarifnya relatif terjangkau. Karena itulah pemerintah DKI Jakarta disarankan dapat memaksimalkan program OK Otrip untuk memberikan jaminan tarif yang terjangkau bagi penumpang LRT nanti.

"Kita minta gubernur, baik LRT dan MRT bisa masuk dalam OK Otrip. Syukur-syukur harganya bisa sama seperti yang sudah dicanangkan 5 ribu rupiah. Jika hal ini terjadi maka ini menjadi kado yang sangat luar biasa bagi warga Jakarta," kata Canter di sela kunjungan kerja ke DPRD komisi 4 Provinsi Sumatera Selatan untuk membahas terkait LRT.

Kendati demikian, pihaknya memang masih terus mengkaji besaran tarif bagi penumpang LRT agar bisa lebih terjangkau, namun jangan sampai mengabaikan keamanan, kenyaman, dan keselamatan bersama. Untuk di Sumsel sendiri, kata Canter, tarif LRT per orang bisa berkisar  Rp 25 ribu rupiah atau Rp 30 ribu.

"Saya rasa DKI harus bisa lebih murah, buat apa kita punya barang bagus dibiayai oleh APBD tapi harga naiknya tak terjangkau bagi kalangan luas warga Jakarta. Walaupun ini mesti harus di kaji besaran tarif yang terjangkau kemudian tidak mengurangi beban beban perawatan yang prima untuk LRT," ujar Canter.

Canter menilai LRT adalah projek luar biasa bagi DKI dan Sumsel. Namun dia berharap keberadaan moda transportasi masal itu harus bisa punya manfaat yang luas bagi warga DKI. Sebenarnya LRT di jakarta akan dibangun sampai ke bandara nantinya sementara menjelang Asian Games baru dari Kelapa Gading ke Rawamangun.

"Kami juga mendorong kalau seluruh ruas jalan LRT yang mengarah ke Jakarta atau dibangun oleh dana APBD/APBN ada baiknya bisa dikelola oleh BUMD Jakarta sehingga pemasukan bagi Jakarta dalam sektor tranportasi akan lebih baik, kemudian besaran tarif akan bisa dikontrol oleh Eksekutif dan Legislatif Jakarta," ujar Canter.

Tidak ada komentar