Breaking News

Densus 88 Amankan Istri Terduga Teroris


SUKABUMI - Seorang perempuan diamankan Detasemen Khusus 88 (Densus 88) dari Kampung Sampora, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (12/5/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. Perempuan ini diduga istri seorang terduga teroris yang sebelumnya telah diamankan Densus 88 lebih dulu.

Perempuan itu diamankan saat Densus 88 dibantu Polres Sukabumi melaksanakan penggeledahan salah satu rumah petak di kampung setempat. Saat penggeledahan, sejumlah anggota dari Polres Sukabumi dan Polsek Cikembar berjaga tidak jauh dari rumah petak kontrakan. Lokasi penggeledahan sekitar 500 meter dari persimpangan di Jalan Raya Sukabumi-Cikembar.

Keterangan Kepala Polres Sukabumi, AKBP Nasriadi yang dilansir kompas.com menyebutkan, pada Minggu subuh, seorang pemuda diamankan sekitar 200 meter dari rumah kontrakan. "Perempuan yang diamankan, disinyalir salah satu istri tersangka teroris yang sudah diamankan Densus," ucap Kapolres selesai penggeledahan di Kampung Sampora, Minggu siang.

Nasriadi menuturkan, pihaknya hanya membantu Densus 88 yang sedang menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah kontrakan, terutama dalam pengamanan lokasi. "Dalam rumah kontrakan tersebut diamankan berupa buku, panah, busur panah, paralon, dan identitas. Selain itu, terdapat juga sepeda motor dengan dengan plat nomor luar daerah," ujarnya.

Perempuan yang diamankan beserta barang bukti itu langsung dibawa dengan pengawalan polisi. Sedangkan rumah petak kontrakan langsung dipasangi garis polisi.

Sementara pemilik rumah petak kontrakan, Nandang Ari Kusumah (39) menjelaskan, salah satu rumah kontrakannya disewa seorang pemuda bernama MG yang dalam KTP berasal dari Jakarta. "Hampir lima bulan mengontrak di sini. Pengakuannya sedang mencari kerja di wilayah Cikembar," jelas Nandang kepada wartawan di rumah petak kontrakannya.

Menurut dia, sepengetahuannya rumah petak itu hanya dihuni seorang diri. Dia tidak mengetahui kesehariannya, karena rumahnya berjauhan dengan rumah petak kontrakan miliknya. "Kesehariannya saya tidak tahu. Tapi kalau pas saya kesini, sempat saya tanya mengenai pekerjaannya, dia menjawab belum dapat," ujarnya.


Tidak ada komentar