Breaking News

Densus 88 Gulung 7 Terduga Teroris: 2 Tewas Ditembak


TANJUNG BALAI - Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror menggerebek sebuah rumah dan mengamankan tujuh orang terduga teroris, di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, pada Selasa sore. Dua oran terduga teroris di antaranya tewas ditembak

Informasi yang dilansir antaranews.com menyebutkan, dalam penggerebekan di rumah terduga teroris sempat terjadi perlawanan. Ada yang melepaskan tembakan ke arah pasukan Densus 88. Kemudian, tim Densus menembak mati dua orang terduga teroris itu, yakni berinisial BN dan berinisial SFL.

Kedua jenazah terduga teroris itu, dibawa menuju arah Medan dengan menggunakan mobil ambulan polisi. Di tempat kejadian perkara (TKP) juga dipasang police line dan perimeter. Sedangkan lima orang lagi terduga teroris itu, telah diamankan tim Densus 88 dan beberapa diantaranya berinisial BD, AM, AG, JL dan seorang wanita (tidak diketahuui identitasnya).

Dalam peristiwa ini, Atan, Kepala Lingkungan IV Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai mengalami luka bacok di bagian tangannya dan sudah dievakuasi ke RSUD Kota Tanjung Balai.

5 Terduga Teroris Diburu Karena Ingin Serang Mako Brimob
Sementara itu, lima terduga teroris yang hendak menyerang Mako Brimob Depok. kini masih diburu Polda Sumatera Selatan bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Rencananya, mereka akan menyerang Mako Brimob untuk mengeluarkan para napi teroris yang mendekam di sana.

Kejadian itu terungkap setelah Densus 88 menangkap dua warga Riau yakni, Heri Hartanto alias Abu Rahman (38) dan Hengki Satria alias Abu Ansor (39) di kawasan Pasar KM 5 Palembang, Sumatera Selatan, Senin (14/5/2018).

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, saat ini Heri dan Hengki masih diperiksa secara intensif. Pemeriksaan dilakukan untuk mengorek keterangan keterkaitan lima kawanan mereka yang kini kabur. “Mereka ngakunya tidak tahu lima orang itu kabur kemana. Ini yang masih kita kejar," kata Zulkarnain, Selasa (15/5/2018).

Dari perkembangan kedua tersangka, petugas menemukan beberapa petunjuk baru. Mulai dari dugaan keterkaitan seorang dosen sebagai tempat konsultasi dan seorang karyawan BUMN yang bertugas sebagai peyandang dana. Dugaan itu kini masih terus dikembangkan, untuk mengantisipasi sel-sel para kelompok Jamaah Ashorud Daulah (JAD) yang ada di Sumsel.“Lima yang buron itu kabur saat penggerebekan oleh Densus 88 pada Desember 2017 lalu,” ujarnya.

Tidak ada komentar