Breaking News

Dua Terduga Teroris Tewas Ditembak Sebelum Beraksi

Istri Budi Satrio digiring polisi untuk diamankan

JAKARTA - Dua terduga teroris, Budi Satrio (BS) dan Wicang, berhasil dilumpuhkan polisi sebelum melakukan aksi bom bunuh diri. Keduanya diduga tergabung dalam satu jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang melakukan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya dan tiga tempat ibadah Surabaya.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membeberkan peran dari Budi Satrio dalam jaringan teroris kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). BS diduga sebagai penampung dana dari JAD Surabaya. "BS ini perannya adalah penampung dana yang digunakan kelompok JAD Surabaya. JAD Surabaya ketuanya adalah Dita Oepriarto yang melakukan bom bunuh diri di Gereja Pantekosta," ujar Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (15/5/2018).

Sementara peran Wicang, lanjut Setyo Wasisto, adalah orang yang dititipi bom oleh Dita (ketua JAD Surabaya) untuk diserahkan kepada pelaku pemboman di Polrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018).
"Wicang ini dititipkan bom oleh Dita dan diserahkan kepada Tri. Diduga Wicang, Dita, dan Tri sudah siap melakukan bom bunuh diri," katanya.

Namun, Wicang dan Budi Satrio telah disergap oleh Densus 88 sebelum melakukan aksi bom bunuh diri. Densus 88 menembak mati Budi Satrio (BS) di kawasan Perumahan Puri Maharani blok A4/11 11 Masangan Wetan, Sukodono, Sidoarjo, pada Senin (14/5/2018). "Keduanya terpaksa ditembak dan meninggal dunia, karena pada saat diadakan penangkapan melakukan perlawanan," tambah Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (15/5/2018).

Seperti diketahui, menurut keterangan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera, total korban tewas akibat aksi terorisme di Surabaya dan Sidoarjo sebanyak 25 orang. Sebanyak 12 korban meninggal adalah warga biasa dan 13 korban tewas adalah pelaku bom bunuh diri. Sementara jumlah korban luka sebanyak 57 orang.

Upaya Densus 88 membekuk Budi Satrio di  di kawasan perumahan Puri Maharani blok A4/11 Masangan Wetan, Sukodono-Sidoarjo, membuat terkejut masyarakat setempat.

Ketua RT 018 RW 05 Puri Maharani Supardi menyampaikan, sekitar pukul 07.30 dia mendengar suara tembakan dua kali di rumah Budi Satrio. "Ketika saya di luar rumah, ternyata petugas berseragam anti teror sudah mengepung rumah Budi dan kemudian mensterilkan rumahnya," katanya.

Dia menjelaskan, dia tak menyangka jika Budi tersebut terlibat terorisme, karena pria yang bekas pendidik ini berbuat dianggap mustahil berbuat demikian. "Orangnya baik-baik saja, dan saya juga nggak tahu tiba-tiba Pak Budi tertembak aparat keamanan karena jadi tersangka teroris," ujarnya.

Dalam kesehariannya, Budi diketahui membikin home industri sabun di rumahnya sendiri. "Setahu saya bikin home industri sabun di rumahnya. Ini malah tiba-tiba tertangkap sebagai teroris gara-gara ditemukan barang bukti berupa bahan-bahan kimia yang diduga sebagai elemen bahan peledak," tutur Supardi.

Dalam kesempatan itu, polisi juga mengamankan istri Budi Satrio,bernama Wiqoya (48) asal Lamongan.

Tidak ada komentar