Breaking News

Eep Saefulloh Fatah: Eskalasi Politik Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 Tak Perlu Dicemaskan

JAKARTA - Eskalasi politik karena Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019 tidak perlu terlalu dicemaskan. Sebab, masyarakat sudah sangat terbiasa dengan menjalani “kesibukan berpemilu” selama era Reformasi ini. "Masyarakat juga terbukti sudah cukup dewasa menyikapi kompetisi politik beserta hasil-hasilnya," papar Eep Saefulloh Fatah, pendiri PolMark Indonesia saat berbicara dalam acara talk show #jayakartamendengar di Jakarta.

Namun, lanjut Eep Saefulloh Fatah, tetap perlu menyiapkan model manajemen konflik yang berkemampuan untuk mengelola semua kemungkinan perkembangan politik."Kita memerlukan sebanyak mungkin pihak yang menjadi Para Penjaga Republik,” tambahnya.

Dalam acara acara talk show #jayakartamendengar ini Eep Saefulloh Fatah juga menyinggung posisi dan peran TNI. Menurutnya, TNI berada dalam posisi yang strategis di tengah dinamika politik yang menaik menuju Pemilu 2019 jika mempertahankan jati dirinya sebagai Penjaga Republik, Pengabdi Negara, yang berlaku Non-Partisan.

Eep Saefulloh Fatah mengatakan, panduan peranan TNI tidak perlu dicari dari rujukan luar, melainkan cukup kembali ke garis yang dirumuskan Para Pendiri TNI, terutama Jenderal Soedirman dan menegakkan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. "Mengingat karakter organisasinya yang unik, maka dalam mengemban tugas sejarahnya itu, faktor kepemimpinan amat sangat vital dalam posisi dan peran TNI menuju 2019," ujarnya.

Sekedar tahu, PolMark Indonesia merupakan lembaga political marketing consulting yang didirikan oleh Eep Saefulloh Fatah. Tak aneh, dalam acara acara talk show #jayakartamendengar ini Eep Saefulloh Fatah juga menyinggung soal peta politik Indonesia saat ini, terutama peluang munculnya poros alternatif.

Menurut Eep Saefulloh Fatah, peluang munculnya poros alternatif di luar poros Jokowi dan Prabowo masih terbuka karena sampai kini masih ada tiga partai politik yang belum menentukan sikap, yakni PAN, Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa.






Tidak ada komentar