Breaking News

Ingin Serang Polisi Mako Brimob, 2 Perempuan Ditangkap


DEPOK - Polisi berhasil menangkap dua perempuan lantaran diduga mencoba ingin menyerang polisi di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Kedua wanita itu bernama Siska Nur Azizah alias Siska alias Fatmah alias Teteh (21) dan Dita Siska Millenia alias Maumil alias Ukhti Dita alias Dita (18). Sejumlah barang bukti berhasil diamankan dari dua orang wanita ini, antara lain, dua buah KTP, dua unit telepon seluler, dan satu buah gunting.

Informasi yang dihimpun, dari pemeriksaan, kedua wanita itu berniat melakukan amaliah alias menyerang polisi dengan segala kemampuan yang dimiliki. Namun dua wanita muda itu berhasil ditangkap saat berada di Masjid Al Ikhwan yang tak jauh dari lokasi Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada dini hari tadi sekitar pukul 03.00 WIB, Sabtu 12 Mei 2018.

Setelah melakukan penangkapan, polisi segera melakukan pemeriksaan terhadap dua wanita tersebut. Selain itu, polisi juga melakukan pengambilan data dari dua telepon seluler yang disita, melakukan pengambilan foto, dan melakukan pengambilan sidik jari.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol M Iqbal membenarkan adanya penangkapan dua wanita di Masjid Al Ikhwan yang tak jauh dari lokasi Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat tersebut. "Ya benar, kedua orang yang dicurigai tersebut sedang diamankan untuk pendalaman selanjutnya," kata Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol M Iqbal, seperti dilansir mediaindonesia.com, Sabtu.

Berikut dua KTP yang disita dari dua perempuan:



Seperti diberitakan, pasca operasi pengamanan 155 napi terorsime di Mako Brimob, diduga ada kelompok pendukung teroris yang memonitor situasi. Mereka  berdatangan ke arah Mako Brimob Kelapa Dua, dengan tujuan untuk membunuh Anggota Kepolisian yang sedang lengah. Anggota polisi yang menjadi korban adalah Bripka Marhum Frence. Polisi yang bertugas jaga ini tewas setelah diserang dengan senjata tajam beracun. Pelaku penyerang polisi yang diketahui bernama Tendi Sumarno itu akhirnya ditembak polisi hingga tewas.

Apakah kedua perempuan itu akan melakukan penyerangan polisi seperti yang dilakukan Tendi Sumarno? Apakah ada pihak tertentu yang memberi perintah kepada kedua perempuan itu? Sampai sejauh ini polisi masih melakukan pemeriksaan. Yang pasti, kedua wanita itu berniat melakukan amaliah atau menyerang polisi.



Tidak ada komentar