Breaking News

Keluarga Bomber Mapolrestabes Surabaya Tolak Jenguk Jenazah dan Tak Sudi Lagi Akui Sebagai Anak


SURABAYA - Aisyah Azzahra Putri (AAP), satu-satunya keluarga bomber Mapolrestabes Surabaya yang selamat, masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Markas Polda Jatim Surabaya. Anak perempuan itu dijenguk oleh kakek dan pamannya dari garis ibu pada Rabu, 16 Mei 2018. Namun kakek AAP ternyata tak sudi melihat jasad kedua orangtua AAP, yakni Tri Murtiono (TM) dan Tri Ernawati (TE).

"Tadi paman dan kakeknya datang dan menjenguk anak ini (AAP)," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, di Media Center Markas Polda Jatim Jalan A.Yani Surabaya.

Sebetulnya, lanjut Barung, kakek dan paman AAP juga diperlukan kedatangannya untuk menyempurnakan identifikasi jenazah TE, ibu dari AAP yang tewas saat melakukan aksi bom bunuh diri. Diketahui, 13 jenazah bomber Surabaya termasuk TE diautopsi dan menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara.

Namun jangankan melihat jenazah TE, Barung mengistilahkan kakek dan paman AAP tak rela akui jenazah dua orang rua AAP itu sebagai anak."Tidak mengakui anaknya, bagaimana lagi," kata Barung.

Seperti diketahui, keluarga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya terdiri lima orang dengan mengendarai dua sepeda motor. Mereka adalah sebagai berikut:

  • Tri Murtiono (50), lahir di Surabaya 04-06-68 (ayah - tewas di tempat kejadian) 
  • Tri Ernawati (43), lahir di Surabaya10-12-75 (ibu - tewas di tempat kejadian) 
  • Muhammad Daffa Amin Murdana (18), lahir di Surabaya 16-12-99 (anak pertama – tewas)
  • Muhammad Dary Satria Murdana (14), lahir di Sidoarjo 31-05-2003 (anak kedua – tewas)
  • Aisyah Azzahra Putri (7), lahir di Surabaya 06-08-2010 (anak ketiga – selamat)

AAP adalah anak ketiga dari pasangan suami istri TM-TE, terduga pelaku bom bunuh diri di pintu masuk Polrestabes Surabaya pada Senin pagi, 14 Mei 2018. Saat itu, pasutri itu membawa ketiga anaknya jadi martir. Dua abang AAP, MDS dan MDA juga ikut tewas. Ajaib, hanya AAP yang selamat dan hanya menderita luka tak parah.

Usai peledakan bom, AAP ternyata mampu berdiri, meski sempoyongan. Tapi dia langsung digendong oleh AKBP Roni Faisal lalu dilarikan ke rumah sakit. Sampai sekarang, bocah perempuan itu masih dirawat di RS Bhayangkara Markas Polda Jatim. Ia siuman dan bisa diajak berkomunikasi sejak kemarin, Selasa, 15 Mei 2018.

Menurut Barung, belum ada satu pun orang yang datang ke RS Bhayangkara mengaku sebagai anggota keluarga atau kerabat dari jenazah bomber Surabaya. Tiga jenazah terduga teroris itu masih berada di RS Bhayangkara dan belum dimakamkan.

Tidak ada komentar