Breaking News

Ki Enthus Susmono Meninggal Akibat Sakit Jantung: Tegal Berduka


TEGAL - Bupati Tegal, Jawa Tengah, yang juga dalang wayang kulit, Enthus Susmono, meninggal dunia, pada Senin, 14 Mei 2018 sekitar pukul 19.15 WIB. Dalang yang dikenal nyentrik itu mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit dr. Soesilo Slawi. Rencananya, proses pemakaman Enthus Susmono akan dilakukan pada Selasa (15 Mei 2018).

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Tegal Hari Hugroho, sebelumnya Enthus sempat pingsan diduga karena kelelahan. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Maman Imanul Haq, penyebab kematiannya diduga karena sakit jantung. "Pembicaraan kami katanya kena serangan jantung," tutur Maman Imanul Haq.

Jenazah Enthus Susmono dipulangkan ke rumahnya di Jalan Projo Sumarto 2 No 11, Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, pada Senin (14/5/2018), pukul 20.33 WIB. Ratusan Warga menangis terisak saat melihat jenazah Enthus Susmono tiba di rumah duka.

Seperti diketahui, Ki Enthus Susmono kini ikut maju Pilkada 2018 sebagai calon Bupati Tegal untuk periode kedua. Dia adalah calon inkumben yang berpasangan dengan Umi Azizah. Jika merujuk aturan Undang-Undang No. 10 tahun 2016 tentang Pilkada serta Peraturan KPU No. 3 tahun 2017, partai politik pengusung dapat mengganti calon kepala daerah yang diusung jika yang bersangkutan berhalangan tetap atau meninggal dunia.

Namun, Wakil Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan menyatakan bahwa partainya kini belum memikirkan siapa yang akan ditunjuk sebagai pengganti calon bupati yang ditinggalkan Ki Enthus Soesmono. "PKB Sama sekali belum memikirkan," kata Daniel.

Daniel mengatakan saat ini merupakan waktunya untuk berduka. Atas dasar itu, sambungnya, PKB belum membicarakan pemgganti Ki Enthus sebagai calon bupati tegal di Pilkada 2018 yang masa pemungutan suara akan dilakukan pada 27 Juni mendatang. "Atas nama DPP PKB kami haturkan doa dan Al Fatihah agar almarhum Ki Enthus diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kesabaran," ucapnya.

Daniel menyatakan segenap elemen partainya sangat berduka dan kehilangan akan sosok Ki Enthus. Pasalnya, almarhum selama ini sangat dekat dengan masyarakat kabupaten yang beribukota di Slawi tersebut. "Masih banyak cita-cita Ki Enthus untuk masyarakat yang belum selesai. Kami segenap kader akan berjuang melanjutkannya, dan bila selama hidupnya Ki Enthus ada kekurangan mohon dimaafkan," katanya.

Ki Enthus Susmono merupakan pria kelahiran Tegal pada tanggal 21 Juni 1966. Ayah kandungnya, Soemarjadihardja, merupakan dalang wayang golèk Tegal. Kakek moyangnya, RM. Singadimedja, juga dalang terkenal dari Bagelen pada masa pemerintahan Sunan Amangkurat di Mataram.

Seniman yang dibesarkan dari lingkungan keluarga dalang ini pernah menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang seni-budaya dari Internasional Universitas Missouri, USA dan Laguna College of Bussines and Arts, Calamba, Philippines karena ketokohannya di dunia pedalangan. Ratusan karyanya kini tersimpan dalam beberapa museum di Belanda, Jerman, dan New Mexico.

Tidak ada komentar