Breaking News

Korban Tewas Teror Bom Bertambah Jadi 17 Orang: Presiden Tinjau Lokasi di Surabaya


SURABAYA - Presiden Joko Widodo meninjau kondisi Gereja GKI Surabaya, Jl Diponegoro, Jawa Timur. Jokowi yang dijadikan sasaran teror bom pada Minggu pagi (13/5/2018). Kehadiran Presiden didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Mareskal Hadi Tjahjanto, dan Menag Lukman Hakim.

Setibanya di lokasi Jokowi, langsung ke parkiran gereja dan melihat barang-barang bekas ledakan. Lokasi di GKI Surabaya dijaga ketat petugas gabungan. Jokowi berada di GKI Surabaya sekitar 5 menit. Setelah itu Jokowi bersama rombongan langsung naik mobil. Jokowi dikabarkan akan menjenguk korban ledakan 3 gereja.


Sementara itu, jumlah korban tewas akibat teror bom Surabaya ternyata bertambah lagi. Sampai dengan pukul 15.15 WIB bertambah menjadi 17 orang meninggal, seorang lagi dalam kondisi kritis dan 34 lainnya mengalami luka-luka.

“Belasan korban yang meninggal itu semula sebagian mengalami luka-luka berat dan menghembuskan nafas terakhir ketika dalam perjalanan ke rumah sakit dan ada pula sedang dalam perawatan intensif tim medis,” ujar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya AKP Chintya Dewi Ariesta dalam keterangan persnya kepada wartawan, Minggu sore.

Menurut Chintya Dewi ke 17 korban meninggal itu berasal dari tiga gereja berbeda, masing-masing enam orang dari Gereja Santa Maria Tak Bercela (GSMTB) di Jalan Ngagel Madya, tiga orang di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Wonokromo di Jalan Diponegoro yang diduga keras merupakan pelaku teroris. Sedangkan sisanya sebanyak delapan orang berasal dari korban di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuno.

“Delapan orang korban tewas di GPPS Jalan Arjuno itu, empat di antaranya tewas di tempat kejadian perkara (TKP) dan empat korban lainnya meninggal di RS William Booth, Surabaya. Dari jumlah itu terdapat satu korban yang tewas semula korban luka dalam mobil Toyota Avanza yang diduga keras sebagai salah satu dari tersangka teroris,” ujar AKP Chintya Dewi Ariesta yang dibenarkan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Pada bagian lain dari hasil penyisiran tim Gegana Brimob Polda Jatim menemukan satu bom aktif rakitan di sekitar GKI Wonokromo dan kemudian diledakkan agar meminta korban. Tim Gegana lainnya juga menemukan dua bom aktif rakitan di GPPS Arjuno. Semula kedua bom rakitan itu gagal diledakkan, namun berkat kerja keras petugas Tim Gegana Brimob Polda Jatim, kedua bom rakitan itu baru bisa diledakkan sekitar pukul 14.30 WIB.

AKP Chintya lebih lanjut mengungkapkan, bahwa korban luka-luka yang masih dalam perawatan tim medis dari sejumlah rumah sakit, termasuk di RS Bhayangkara Surabaya tidak kurang dari 34 orang, termasuk satu orang, yakni Satpam Gereja GSMTB bernama Yesaya yang kini kondisinya masih kritis.

“Mudah-mudahan nyawa Yesaya bisa diselamatkan karena merupakan salah satu saksi mata yang semula menghalau tamu seorang perempuan dewasa yang mengenakan pakaian khusus syar’i warna serba hitam bersama dua orang anak-anak,” ujar AKP Chintia yang menolak berspekulasi bahwa perempuan itulah yang membawa bom rakitan. Hingga berita dikirimkan, tim gabungan INAFIS Polda Jatim masih melakukan pendalaman di GPPS Jalan Arjuno, Surabaya.

Tim gabungan sedang menandai semula lokasi serpihan yang tersebar hingga Jalan Raya Arjuno arah Jalan Pasar Kembang untuk kemudian didokumentasi. Dari badan Jalan Arjuno terdapat pula serpihan besi hingga bumper belakang mobil. Belum jelas, apakah bumper mobil itu berasal dari mobil yang dicurigai membawa bom atau mobil pengguna jalan raya. Semula, ketika Kombes Pol Frans Barung Mangera mengabarkan 11 orang tewas, di lokasi ini terdapat lima korban tewas yang belum dievakuasi.

Ledakan yang terjadi Gereja Pantekosta ini merusak bagian depan lokasi itu. Nampak kaca-kaca gereja pecah hingga lantai teratas. Bangunan dan pagar serta puluhan sepeda motor yang terparkir pun juga nampak terpapar api akibat ledakan. Satu unit sepeda motor nampak tergeletak dan gosong di ruas Jalan Arjuno yang mengarah ke Jalan Semarang. Diduga sepeda motor itu milik pengguna jalan yang tengah melintas.

Menurut Satpam GPPS Erens A. Ratupa, menandaskan bahwa bom aksi teror itu berasal dari mobil yang merangsek masuk ke halaman gereja dan melemparkan bom. Hanya saja, ada bom yang meledak di depan gereja dan ada pula yang meledak di dalam mobil hingga terbakar. “Itu mobil pelaku juga ikut kena ledakan dan terbakar,” ujarnya meyakhinkan.

Tidak ada komentar