Breaking News

Presiden Jokowi Angkat 4 Staf Khusus: Ini Dia Profil dan Tugasnya


JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengangkat empat orang sebagai staf khusus presiden, pada Selasa (15/5/2018). Mereka adalah Adita Irawati Adita, Abdul Ghofarrozin Abdul, Siti Ruhaini Dzuhayatin Siti, dan Ahmad Erani Yustika Ahmad. Pengangkatan empat orang itu berdasarkan keputusan presiden.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Presiden Jokowi sudah menandatangani keputusan pengangkatan empat staf khusus tersebut. "Presiden sudah menandatanganinya," ujar Pramono Anung di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Dengan pengangkatan keempat staf khusus baru ini, maka jumlah staf khusus presiden menjadi sembilan orang. Pramono mengatakan, keempat staf khusus presiden baru ini sudah mulai bekerja semenjak Senin (14/5/2018) kemarin. "Mereka enggak perlu dilantik dan sudah mulai bekerja. Kemarin mereka berkoordinasi dengan Mensesneg dan saya, Seskab. Karena administrasi manajerial ada di bawah Seskab," ujar Pramono seperti dilansir kompas.com.

Siapakah staf khusus presiden yang baru diangkat oleh Presiden Joko Widodo itu? Berikut profil singkatnya dan tugas yang harus mereka laksanakan:

1. Adita Irawati Adita merupakan mantan Vice President Corporate Communications PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Dalam jabatan barunya ini, tugasnya adalah melaksanakan pembenahan pola komunikasi pada kementerian dan lembaga. Menurut Pramono, kehumasan pada kementerian dan lembaga harus direvitalisasi sesuai dengan perkembangan zaman. "Kehumasan kementerian dan lembaga kita masih memakai pola lama. Padahal ini eranya media sosial. Butuh mereka yang memahami itu, membuat framing, membangun konten dan sebagainya," ujar Pramono.

2. Abdul Ghofarrozin Abdul merupakan putra dari ulama kharismatik KH Muhammad Achmad Sahal. Dia bertugas mendampingi Presiden Jokowi dalam acara keagamaan dalam negeri. Salah satu contohnya adalah saat Presiden Jokowi bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesantren. "Presiden butuh orang dengan latar belakang yang memahami itu," ujar Pramono.

3. Siti Ruhaini Dzuhayatin Siti merupakan tokoh Islam sekaligus aktivis hak asasi manusia yang sudah malang melintang di dalam maupun luar negeri. Ia pernah bertugas sebagai Ketua HAM OKI dan Koordinator Gugus Tugas Hak Wanita dan Anak Komisi HAM OKI. Tugasnya dalam jabatan staf khusus presiden ini adalah membantu Presiden Jokowi merespons isu keagamaan tingkat internasional.

4. Ahmad Erani Yustika Ahmad merupakan mantan direktur jenderal di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Pramono menyebut, tugasnya sebagai staf khusus presiden adalah untuk membantu Presiden Jokowi merancang kebijakan-kebijakan pada sektor ekonomi. "Beliau adalah profesor ekonomi dengan latar belakang yang cukup baik. Beliau memahami dana desa yang setiap tahun meningkat, tahun ini Rp 60 triliun. Beliau pakar di bidang ini " ujar Pramono.

Tidak ada komentar