Breaking News

PTUN Tolak Gugatan HTI: Massa Berteriak "Khilafah... khilafah...,"


JAKARTA - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta akhirnya memutuskan mengesahkan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Keputusan tersebut dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim PTUN Jakarta, Tri Cahya Indra Permana, dalam persidangan di ruang sidang utama PTUN Jakarta, Jl Sentra Baru Timur, Jakarta Timur, Senin (7/5/2018). Menurut majelis hakim, SK Kemenkumham tentang pembubaran HTI sesuai dengan aturan.

Tri Cahya Indra Permana menyatakan, gugatan HTI ditolak karena adanya bukti-bukti yang menyatakan HTI tidak sepaham dengan Pancasila.  "Dari bukti yang diajukan para pihak, banyak bukti yang menunjukkan upaya mengubah Pancasila," ujar majelis hakim seperti dilansir detik.com.

Seperti diketahui, HTI mengajukan gugatan bernomor 211/G/2017/PTUN.JKT yang didaftarkan pada 13 Oktober 2017 lalu. Dalam perkara ini, HTI menggugat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Direktur Jendral Administrasi Hukum Umum.

Dalam gugatannya, HTI meminta PTUN Jakarta memutuskan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-30.A.01.08.Tahun 2017 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-00282.60.10.2014 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Hizbut Tahrir Indonesia tanggal 19 Juli 2017 batal dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dengan segala akibat hukumnya.

Namun, setelah melalui proses persidangan cukup panjang, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta akhirnya menolak gugatan yang diajukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Putusan Menkum HAM soal pencabutan badan hukum HTI dianggap sah. "Menolak gugatan para penggugat untuk seluruhnya," ujar ketua majelis hakim Tri Cahya Indra Permana di ruang sidang utama PTUN Jakarta, Jl Sentra Baru Timur, Jakarta Timur, Senin (7/5/2018).

Putusan majelis hakim PTUN itu langsung direspons massa di luar area sidang. "Khilafah... khilafah...," teriak massa yang berkumpul di depan gedung PTUN Cakung, Jakarta Timur, Senin (7/5/2018). Orator mengingatkan massa yang berkumpul sejak pagi tadi agar tetap tenang. Massa diminta tertib.  Yang punya negeri ini bukan polisi, yang punya negeri ini bukan hakim. Yang punya negeri ini Allah SWT, insyaallah kita akan tetap istikamah di jalan Allah," kata orator lewat pengeras suara.

Tidak ada komentar