Breaking News

Sejumlah Organisasi Kecam Teror Bom Surabaya: Masyarakat Harus Bersatu Melawan Radikalisme


JAKARTA - Pernyataan prihatin dan kecaman terhadap teror bom di tiga tempat ibadah Surabaya terus mengalir dari berbagai pihak. Sejumlah organisas yang menyesalkan kejadian itu antara lain datang dari Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI).

Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada, Ganjar Pranowo, mengharapkan, aparat keamanan segera menangkap para pelaku dan segera mengungkap jaringannya. "Kagaman meminta aparat keamanan untuk meningkatkan upaya pencegahan agar peritiswa yg sama tdk terulang kembali di bumi Pancasila," tegas Ganjar Pranowo dalam siaran pers Pengurus Pusat Kagama.

Pernyataan serupa juga dipaparkan Ketua Presidium PP PMKRI Juventus Prima YorisKago. Dalam pernyataan sikapnya, PMKRI mengharapkan agar pemerintah dan pihak kepolisian segera mengusut tuntas pelaku bom bunuh diri di Surabaya.

Sementara Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) mengeluarkan sejumlah imbauan terkait teror ini. "Kami meminta Negara (Pemerintah, Polri, TNI, BIN, BNPT, dan Kementerian terkait) untuk hadir melindungi seluruh tumpah darah, sehingga dapat menjamin keamanan dan kebebasan masyarakat dalam beraktivitas juga mejalankan kegiatan peribadatan." papar Presidium PP KMHDI.

Presidium PP KMHDI juga mengajak semua pimpinan lembaga, universitas, sekolah, organisasi, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk memastikan anggotanya tidak terlibat dalam paham – paham radikalisme, apalagi terkait kedalam jaringan terorisme. "Kami berharap masyarakat bersatu untuk tidak takut terhadap aksi – aksi teror seperti ini, karena persatuan kita jauh lebih kuat dibanding mereka (teroris)," tambah Presidium PP KMHDI.

Tidak ada komentar