Breaking News

Teror Bom Surabaya: Pelaku Sempat Dicegat Satpam, Lalu Meledakan Diri



SURABAYA - Pelaku bom bunuh diri  di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro Surabaya, Jawa Timur, sempat dicegat satpam. Namun, serangan bom tak bisa dicegah karena pelaku keburu meledakan diri sambil memeluk satpam.

Seperti diberitakan, tiga serangan bom di Surabaya sedikitnya menewaskan enam orang dan 35 orang luka. Ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercelah Ngagel terjadi pukul 07.30 WIB, ledakan di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.35 WIB, dan ledakan di Gereja Pantekosta Jalan Arjuna terjadi pukul 08.00 WIB.

Ledakan bom yang terjadi di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Raya Arjuno, Minggu pagi, diduga berasal dari bom mobil. Sementara ledakan bom di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro Surabaya, Jawa Timur, diduga dilakukan pelaku bom bunuh diri, yakni seorang ibu yang membawa dua anak usia di bawah lima tahun (balita). Ketiga pelaku bom bunuh diri tewas seketika di lokasi kejadian.

Antonius, salah seorang saksi mata mengatakan, ibu dan dua anak yang diduga pelaku bom bunuh diri sempat dicegah masuk ke gereja. "Saya sempat melihat 2 orang anak dan ibunya datang membawa 2 tas," kata satpam, Antonius seperti dilansir detik.com.

Awalnya, petugas menghadang ibu tersebut di depan pagar halaman gereja sekitar pukul 07.45 WIB. Namun ibu itu tetap mencoba masuk. Tiba-tiba saja ibu itu memeluk petugas lalu terjadi ledakan hingga lima kali..


Tidak ada komentar