Breaking News

Unjuk Rasa Nelayan Akibatkan Polsek Bayah Rusak Berat, Mobil Dinas Dibakar


BANTEN - Aksi unjuk rasa yang dilakukan para nelayan dari Bayah, Binuangen, dan Cisolok di Polsek Bayah Jalan Raya Bayah-Karangtaraje, Bayah Bar, Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, diwarnai aksi anarkhis. Akibatnya, kantor dan sejumlah motor beserta mobil dinas Polsek Bayah rusak berat,

Berdasarkan informasi dari sumber menyebutkan, aksi unjuk rasa nelayan itu digelar menyusul adanya kabar tentang penangkapam tiga orang nelayan Binuangen usai mencari benur. Proses penangkapam menggunakan mobil Avanza warna hitam.

Sejumlah nelayan lain yang melhat kejadian tersebut berusaha menghalangi, namun dua nelayan di antaranya tertabrak mobil Avanza warna hitam yang dipakai melakukan penangkapan. Peristiwa ini menimbulkan reaksi spontan para nelayan hingga menggelar unjuk rasa di di Polsek Bayah Jalan Raya Bayah-Karangtaraje, Bayah Bar, Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Aksi unjuk rasa yang melibatkan para nelayan dari Bayah, Binuangen, dan Cisolok ini mulai berlangsung Sabtu sekira pukul 08.30 WIB. Namun entah kenapa, para peserta aksi unjuk rasa akhirnya mengamuk. Mereka merusak kantor polsek dan sejumlah fasilitas. Fasiltas yang dirusak antara lain 1 mobil patroli dibakar, 4 unit motor dinas dibakar, 1 unit mobil pelayanan rusak berat, dan 9 motor rusak berat.


Amuk Massa Diduga Akibat Salah Paham
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Banten Ajun Komisaris Besar Whisnu Caraka, mengatakan, penyebab amarah massa di Polsek Bayah diduga akibat salah paham. Menurut Whisnu Caraka, penangkapan nelayan karena menangkap penampung benur lobster tidak benar. "Tapi karena masyarakat sudah terlanjur termakan isu, makanya tidak percaya dengan keterangan polisi," kata Whisnu Caraka seperti dilansir tempo.co, Sabtu, 12 Mei 2018.

Wishnu mengatakan, saat mendatangi Markas Polsek Bayah, para nelayan menuntut polisi agar menjelaskan soal insiden penbrakan. Selai itu, mereka meminta melepaskan nelayan yang ditangkap. Kepolisian setempat menyatakan tidak pernah melakukan penangkapan. Namun, massa yang terlanjur tersulut emosi tidak percaya dan akhirnya merusak Polsek Bayah.

Wishnu mengatakan massa baru bisa ditenangkan ketika petugas dari Polres Lebak dan Brimob datang mengamankan lokasi sekitar pukul 12.00. Beberapa saat kemudian, kedua orang yang awalnya diduga ditangkap datang ke Polsek Bayah.

Menurut Wishnu, kedua orang itu diketahui bernama Bubun, warga Bayah dan Haji Anwar, warga Pelabuhan Ratu. Kedua orang itu mengaku diturunkan di pinggir jalan oleh dua orang yang menangkap mereka. "Pak Bubun yang orang asli sini juga mengaku kedua orang yang menangkap dia itu bukan anggota Polsek," kata dia.

Setelah itu, massa akhirnya membubarkan diri. Wishnu mengatakan, kepolisian saat ini akan fokus mencari identitas dua orang tidak dikenal yang telah memicu amuk massa ini. Polisi akan meminta keterangan Anwar.

Tidak ada komentar