Breaking News

Absen Pemeriksaan KPK, Ketua DPR Minta Penjadwalan Ulang


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Bambang Soesatyo. Namun, Bambang berhalangan hadir.

Bambang meminta KPK menjadwalkan ulang pemanggilan dirinya. Padahal dia mengaku sudah lama berharap dipanggil KPK untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

"Hari ini pun saya ingin datang ke sana supaya cepat selesai keterangan apa yang dibutuhkan dari saya akan memberikan seluas-luasnya sejauh yang saya pahami, lihat, dan ketahui," ujar Bambang, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, (4/6/2018).

Alasan permintaan penjadwalan ulang pemeriksaan, karena padatnya kegiatannya sebagai Ketua DPR. Misalnya, siang ini harus membuka sekaligus memberikan sambutan dalam acara aksi sosial Forhati di Cakung.

Sorenya, lanjut ke acara keagamaan buka puasa bersama dengan berbagai organisasi. "Jadi tadi pagi saya sudah berkoordinasi dengan teman-teman di KPK dan sudah mengirim surat pagi-pagi untuk minta dijadwalkan kembali," ucapnya.

Politikus Partai Golkar ini menuturkan, masa kerja saat ini sangat singkat dan harus berlomba untuk menyelesaikan tugas yang sudah ditargetkan. Menurutnya, Senin pekan depan sudah memasuki libur nasional.

"Jadi kami harus menuntaskan pekerjaan baik protokoler dan kedewanan. Mudah-mudahan kawan-kawan di KPK dapat memahami kegiatan ini. Sebagai ketua DPR tentu saya ingin memberikan contoh bagi masyarakat," katanya.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penanganan penyidikan kasus dugaan korupsi ‎pembahasan hingga persetujuan anggaran dan proyek pengadaan e-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2011-2013 dengan tiga tersangka terus dilakukan KPK.‎ Selain itu pengembangan kasusnya juga terus dilakukan dalam konteks melihat dan memastikan dugaan keterlibatan pihak-pihak lain.

“Iya, nama Bambang Soesatyo termasuk yang diagendakan pemeriksaan pada Senin besok. (Pemeriksaan Bambang Soesatyo) ‎untuk penyidikan tersangka IHP (Irvanto) dan MOM (Oka),” ujar Febri, Minggu (3/6/2018) malam.‎

Tidak ada komentar