Breaking News

Dipanggil Presiden Mendadak untuk Bahas HET Beras, Darmin Nasution Mengaku Pusing


JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai memimpin Rapat Kerja Nasional (Rakernas)  tentang Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan (PPTKH), mendadak dipanggil oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara. Agenda yang tidak dijadwalkan tersebut guna menindaklanjuti penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium.

Rencananya, HET beras medium diturunkan menjadi Rp8.900 per kilogram dari saat ini Rp9.450 per kilogram. Darmin mengakui, kebijakan ini perlu melibatkan banyak pihak karena penyesuaian HET akan menuai pro-kontra, terutama oleh para pedagang.

"Harga beras ini sebenarnya oke-oke saja. Tapi, presiden memang tiba-tiba ingin sekali lebih kurang dari HET, ya ini saya pusing sekarang," katanya seperti dilansir iNews.id.

Pembahasan rapat terbatas soal HET beras ini juga dihadiri oleh Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian. Meski rakernas PPTHK belum rampung, Darmin tidak dapat memastikan apakah bakal kembali untuk melanjutkan rapat atau tidak.

"Bapak, ibu yang terhormat saya kelihatannya harus ke istana bersama Menteri Perdagangan, dan Menteri pertanian. Tapi, biar Ibu Siti (Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan) yang memimpin rapat ini. Tetapi, saya akan melihat apakah akan kembali setelah urusan harga beras ini," ujarnya.

Keputusan menurunkan HET beras medium tersebut sudah ditetapkan sejak sepekan yang lalu. Namun, penurunan HET beras ini justru ditentang oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Namun, penyesuian HET beras medium perlu segera diimplementasikan sehingga masyarakat bisa membeli beras dengan harga terjangkau.

"Sudah seminggu atau delapan hari lalu (keputusannya dalam rakortas). Enggak usah itu, itu kebijakan pemerintah (Bulog harus ikut aturan)," ucap dia.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahja Widayanti sebelumnya mengatakan, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 57 tahun 2017 tentang HET beras masih dalam pembahasan. Revisi aturan itu belum dapat dipastikan kapan akan terselesaikan.

"Ya secepatnya (revisi permendag soal HET beras rampung)," katanya.

Adapun alasan diturunkannya HET beras tersebut agar masyarakat lebih mampu menjangkau pembelian beras jenis medium. "Supaya harganya lebih murah," ucap dia.

Tidak ada komentar