Breaking News

Komunitas Rumah Anak Bangsa Minta Pemerintah Evaluasi Parpol untuk Perangi Radikalisme


BANDUNG - Berbagai organisasi kepemudaan dan mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Rumah Anak Bangsa mengelar diskusi "Sarasehan Anak Bangsa "soal Bakti Pemuda Perangi Radikalisme dan Terorisme" di Bandung, Selasa (4/6). Peserta komunitas berasal dari berbagai organisasi seperti PW Ansor Jawa Barat, PB  PMII, GMKI dan organisasi lainnya yang diwakili 150 peserta dari perwakilan sejumlah organisasi kepemudaan dan mahasiswa di Jawa Barat.

Sekretaris Komunitas Rumah Anak Bangsa, Abdul Rahman, mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk menunjukkan bahwa elemen pemuda sangat menyesalkan akan munculnya gejala kekerasan seperti radikalisme, terlebih terorisme. Terkait isu radikalisme ini,  akan dikupas pula jangan sampai partai politik terlibat dalam radikalisme atau terorisme.

Ahmad Riyadi, salah satu pembicara dari Mahasiswa Islam mengatakan, partai politik harus bersih dari radikalisme dan terorisme. "Kita meminta kepada negara agar mengevalusi partai lolitik agar berperan aktif memerangi dan mengkanalisasi faham radikalisme dan terorisme karna kita tahu betul beberapa kader bahkan elit partai jelas terlibat dengan ISIS (penangkapan di Jawa Timur),"  tegasnya.

Bahkan, lanjut Ahmad Riyadi, secara terbuka orang partai ada yang menganggap aksi teror sebagai pengalihan isu dan menganggap itu seakan sebuah rekayasa. "Berarti hal ini menunjukan dalam tubuh partai tersebut ada yang aktif dan pasif dalam grakan radikalisme dan terorisme" jelas Ahmad Riyadi,

Ahmad Riyadi menilai, radikalisme kini tengah menjadi permalasahan serius dan mengancam ketentraman hidup masyarakat. Dalam memerangi radikalisme, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya parpol jangan sampai terlibat, karena parpol merupakan akar dari demokrasi yang dapat mengendalikan regulasi dan tata kehidupan bangsa. "Sebetulnya pertanyaan ini cukup menggelitik kami, apakah partai politik saat ini benar-benar bersih dari gerakan atau ideologi radikalisme," katanya.

Ia menambahkan, persoalan itu perlu dikupas lantaran fenomena radikalisme sudah menyebar ke aspek kehidupan masyarakat, seperti dunia pendidikan, lingkungan, pekerjaan, politik dan juga agama. "Untuk itu perlu diperangi secara bersama," ujar dia. (*)

Reporter: Rahmad

Tidak ada komentar