Breaking News

Seorang Ibu Rumah Tangga Tewas Dirampok


KEDIRI – Seorang ibu rumah tangga di Kediri, Jawa Timur (Jatim), ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di rumahnya. Kuat dugaan, perempuan tersebut menjadi korban perampokan dan pembunuhan karena ada luka di bagian kepalanya dan genangan darah.

Korban bernama Binti Nafiah, warga Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kediri. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pada bagian kepala korban ada luka akibat pukulan benda tumpul dan genangan darah. Kondisi rumah juga berantakan dan dompet korban ditemukan di belakang rumah.

Kasi Humas Polsek Pare Bripka Yani mengatakan, korban kali pertama ditemukan oleh putranya. Dia berusaha membangunkan ibunya. Karena tidak menjawab juga dan menemukan darah di bagian kepala korban, dia mendatangi saudaranya Nur Hawin dan Abidina. Setelah diperiksa dan dicek oleh saksi, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke perangakat desa dan Polsek Pare.

“Saksi yang rumahnya yang berjarak 100 meter dari rumah korban, didatangi oleh anak korban. Dia memberitahu kalau ibunya tergeletak di toko teras rumahnya. Akhirnya tetangga dan warga melaporkan ke perangkat desa dan setelah itu dilaporkan ke petugas Polsek Pare,” kata Yani, Sabtu (9/6/2018).

Polsek Pare yang mendapat laporan langsung mendatangi TKP bersama Tim Inafis untuk melakukan olah TKP. Petugas masih mendalami motif pelaku. Petugas selanjutnya membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara. “Hasil olah TKP, korban dipukul dari belakang sehingga tengkuknya berdarah,” kata Yani.

Sementara itu, suami korban, Abdul Kholiq mengatakan, istrinya diketahui meninggal karena putranya terbangun karena mendengar suara berisik. Dia lalu memeriksa sumber suara dan menemukan ada orang tak dikenal di dalam rumahnya. “Putra saya melihat ibunya ke sebelah, ibunya dipikir masih tertidur. Trus dia melihat ke arah ruangan sebelahnya toko, ada seseorang dan mengancam dia sambil ngomong, ayo tidur saja,” kata Abdul Kholiq.

Pelaku kemudian beraksi mencari-cari barang berharga dan apa saja yang bisa diambil. Setelah itu, pelaku kabur lewat pintu belakang. “Kemudian putra saya membangunkan istri saya, kok diam saja. Ternyata saat dibangunkan lagi, ada darah di bagian kepalanya. Akhirnya putra saya lari ke tetangga, ke rumah pak leknya,” kata Abdul Kholiq.

Hingga saat ini, petugas kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut. Jenazah korban akan diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Tidak ada komentar