Breaking News

Terduga Teroris Ditangkap di Unri, Moeldoko: Rektor Harus Kerja Keras Tangkal Radikalisme!


JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko angkat bicara soal penggeledahan yang dilakukan Densus 88 di Gedung Gelanggang Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau, Sabtu 2 Juni 2018.

Moeldoko menegaskan, pihaknya telah mengingatkan para rektor untuk bekerja keras dalam mencegah paham radikal atau terorisme di kampus, dari dosen hingga mahasiswanya. Mantan Panglima TNI menegaskan, kampus tidak boleh kendur dalam menangkal radikalisme agar tidak menjamah civitas akademika.

"Untuk itu saya menegaskan supaya para rektor harus bekerja keras untuk itu. Jangan berikan paham itu (radikalisme) lebih leluasa," kata Moeldoko usai menghadiri acara Nuzulul Quran dan Hari Lahir Pancasila di Kantor GP Anshor, Jakarta, Sabtu (2/6).

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan, terpaparnya kampus sebagai 'sarang' radikalisme merupakan kebodohan bagi para mahasiswanya. Sebab, orang-orang yang terpapar ideologi terorisme atau radikalisme mempunyai pemahaman tentang keagamaan yang dangkal.

"Terutama kampus umum, yang pemahaman keagamaannya dangkal, saya berani bilang bodoh, bahwa Indonesia ini dengan, taruhlah pakai agama, ahlusunnah wal Jamaah, jamaah itu lokalitas karena mereka tidak memahami itu, karena itu penyadaran menjadi mutlak," terangnya.

Ketua Umum PKB itu menambahkan, paparan radikalisme atau terorisme merupakan cobaan bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, masih terdapat kelompok masyarakat yang kacau dalam pemahamannya tentang keagamaan.

"Dan itu hanya ekspresi dari kebodohan, makanya bodoh harus diangkat kualitas pemahamanya. Ini supaya karena agama definisinya kan tidak kacau. Nah radikalisme, fundamentalisme, itu cenderung kekacauan sehingga bertentangan dengan agama. Bodoh harus diangkat, satu cara pendidikan, dialog dan penyadaran," tandasnya.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 melakukan penggeledahan di Universitas Riau (Unri), Sabtu (2/6/2018). Penggeledahan dilakukan di gedung Gelanggang Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisifol) Universitas Riau, sejak pukul 14.30 WIB. Dalam penggeledahan itu, tim anti teror ini didampingi personel dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, dalam penggeledahan itu pihaknya berhasil menangkap MNZ(33), eks mahasiswa Unri yang kemudian sebagai tersangka. Selain menangkap MNZ, polisi juga mengamankan dua orang sebagai saksi yakni RB alias D (34), eks mahasiswa Unri, diamankan di Desa Kampar, Kecamatan Kumbang, Kabupaten Kampar. Kemudian yang diamankan adalah OS alias K (32), eks mahasiswa Unri, ditangkap di Kampus Unri.

Tidak ada komentar