Breaking News

Truk Trailer Dilarang Beroperasi Mulai H-3 dan H+7 Lebaran


JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kendaraan angkutan barang dalam hal ini truk trailer akan dilarang selama arus mudik Lebaran tahun ini, baik sebelum maupun sesudah lebaran.

Direktur Lalu Lintas Transportasi Darat Kemenhub, Pandu Yunianto mengatakan, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 tahun 2018, Kemenhub memastikan pelarangan tersebut berlaku pada 12-14 Juni 2018 (H-3 hingga H-1) dan 22-24 Juni 2018 (H+7 hingga H+9).

Pandu menyebut, kebijakan ini untuk mengurai kemacetan, terutama saat arus balik mengarah Jakarta yang biasa terjadi mulai dari ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) hingga ruas tol Cawang.

“Khususnya di jalan tol justru itu yang padat itu terjadi pada arus balik di jalan tol mulai Cipali sampai ke Halim atau Cawang itu terjadi kepadatan pada waktu arus balik, sehingga dengan dibatasinya pengoperasian mobil barang ini akan membantu meningkatkan kelancaran lalu lintas di jalan tol tersebut,” kata Pandu di Jakarta, Senin (6/4/2018).

Pandu menambahkan, larangan beroperasinya truk dengan sumbu lebih dari tiga ini akan berlaku di sejumlah ruas tol dan jalan nasional yang menjadi jalur mudik, seperti jalan tol Jakarta-Merak hingga Tol Surabaya dan Jalan Pandaan-Malang, serta Jalan Denpasar-Gilimanuk.

Kendati demikian, larangan operasional ini tidak berlaku untuk truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG), dan truk pengangkut barang ekspor-impor.

Tidak ada komentar