Breaking News

Video Momen Terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Dewan Keamanan PBB

Momen terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB sempat terekam kamera video. Dalam video yang dikirimkan oleh juru bicara Kemenlu RI, Arrmanatha Nasir, memperlihatkan kebahagiaan Menlu Retno Marsudi saat menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.

Sementara sejumlah diplomat RI di PBB, seperti Dian Triansyah Djani, Desra Percaya, dan Hassan Kleib, segera menyalami Menlu Retno, sesaat jumlah perolehan suara untuk Indonesia diumumkan. Senyum lebar terpampang di wajah-wajah mereka.

“Alhamdulillah Indonesia berhasil terpilih kembali sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Ini merupakan kepercayaan masyarakat internasional kepada Indonesia dan hasil kerja keras seluruh komponen bangsa, khususnya para Diplomat Indonesia,” ujar Retno, setelah hasil pemilihan diumumkan.

Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB untuk periode 2019-2020, mengalahkan Maladewa. Pemilihan berlangsung dalam sidang Majelis Umum PBB, di Markas Besar PBB, New York.

Dalam proses pemilihan tertutup, Indonesia meraih 144 suara dari jumlah keseluruhan 190 anggota PBB yang hadir, mengalahkan Maladewa yang memperoleh 46 suara. Indonesia terpilih mewakili kawasan Asia-Pasifik, sekaligus menggantikan Kazakhstan yang masa keanggotaannya berakhir pada Desember 2018.

Ada sejumlah faktor yang mendukung keberhasilan Indonesia pada pemilihan di markas besar PBB semalam, antara lain anggapan dari lima negara anggota utama DK PBB mengenai demokrasi dan toleransi di Indonesia yang semakin matang.

Penilaian positif ini jelas menguntungkan Indonesia, yang masih berjuang mengamankan negara pasca ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo belum lama ini.

“Dari berbagai pertemuan di PBB, jelas sekali bahwa masyarakat internasional sangat menghargai rekam jejak Indonesia dan melihat demokrasi dan toleransi di Indonesia sebagai aset untuk Indonesia dapat berperan aktif di DK-PBB,” kata Retno.

Mulai 1 Januari 2019 sampai dengan 31 Desember 2020, Indonesia akan menjadi bagian dari proses perumusan kebijakan di dalam DK PBB.

Dia menegaskan, Indonesia akan memanfaatkan keanggotaan di DK PBB agar terbentuk pendekatan global yang menyeluruh untuk memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstrimisme. Selain itu, isu Palestina juga akan menjadi perhatian Indonesia, selama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Empat negara lain yang juga terpilih menjadi anggota DK PBB adalah Jerman dan Belgia (mewakili kelompok Eropa Barat); Republik Dominika (Amerika Latin dan Karibia); dan Afrika Selatan (Afrika). Kelima negara tersebut akan bergabung dengan lima negara anggota tetap DK PBB (Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China, dan Rusia) serta lima negara anggota tidak tetap (Pantai Gading, Guinea Ekuatorial, Kuwait, Peru, dan Polandia).

Indonesia sebelumnya pernah menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Tidak ada komentar