Breaking News

Wanita Militer Pertama di Dunia yang Jabat Chief di Misi UNAMID Berasal Indonesia


Menjadi Seorang TNI bagi wanita adalah sesuatu yang membanggakan, karena bisa terlibat langsung dalam pertahanan dan keamanan negara. Demikian pula bagi Letnan Kolonel Sus Revila Oulina, M.Pd, M.Si. Wanita TNI Angkatan Udara yang pernah berdinas di Korpaskhas Bandung ini mendapatkan tugas yang mulia menjaga perdamaian dunia dan Aksi Kemanusiaan di bawah PBB.

Letkol Sus Revila Oulina mengungkapkan, selama bertugas di Sudan semenjak Juni 2017 lalu,  tepatnya di Kota Elfasher, banyak program yang sudah dilakukan,  antara lain Renovasi Klinik, Renovasi Mesjid, Renovasi Jalan, Perbaikan Sekolah, Perbaikan Saluran Air, Pengobatan Massal Gratis pada Masyarakat, Memberikan bantuan buku- buku Sekolah, Pemberian Alquran dan Sajadah. "Insya Allah misi kami bertugas di Negeri Tanpa Awan ini berakhir Juni 2018," tegas Revila.

Wanita yang pernah jadi Menwa (Resimen Mahasiswa) Maharuyung, FKIP Universitas Bung Hatta tahun 1990 ini juga menyampaikan bahwa dalam pasukannya dia dipercaya sebagai  Chief U9 yang setara dengan Kepala Dinas Atau Ketua, membidangi CIMIC (Civil Militer Coordination).

Menurut Revila "Di Misi PBB ini, ada 9 Chief, yaitu Chief U1 sampai Chief U9, Saya di Chief U9 yang mana bergerak menangani tentang CIMIC yang bergerak langsung ke tengah-tengah masyarakat disana, jabatan yang saya emban ini sebagai CHIEF U9 (Cimil military Coordination) di UNAMID Darpur Sudan, yang mana Jabatan U9 adalah jabatan di tingkat pusat, kalau di tingkat sektor namanya J9.

"Sebagai Chief U9 saya mempunyai staf officer dari Jourdan, South Africa dan Gambia, mempunyai staf juga di tingkat sector yang akan memberi informasi ke tingkat pusat. Jabatan Cimic ini berkoordinasi antara civilian, masyarakat, pemerintah setempat dan military di daerah misi. Saya bersyukur dan terharu sekali untuk jabatan ini ternyata belum pernah ada Wanita yang menjabat, sayalah Wanita Militer Pertama di Indonesia bahkan dunia yang mengemban jabatan tersebut". Ungkap Alumni Perwira Karier PAPK V Tahun 1998 ini.

Dalam kegiatan Cimic ada QIPS (Quick Impact Project), budjetnya berasal dari UNAMID namanya UNAMID Funded dan Self Funded yang budjetnya berasal dari contigents, donatur dan lain lain, ungkap Revilla yang juga Alumni Sesko AU Angkatan 52 tahun 2015.

Revila juga menambahkan sebagai Alumni SPG (Sekolah Pendidikan Guru) 2 Padang, Saya juga merasa terpanggil bagaimana pendidikan dan Sekolah disana juga maju, dan saya terjun langsung melihat anak-anak sekolah serta memberikan bantuan untuk kelengkapan sekolah anak-anak, saya juga merasa prihatin dan terenyuh melihat pendidikan anak-anak disana, karena belum terfasilitasi dengan baik, contoh saja lantainya beralasan pasir, beratapkan rumbia, sungguh jauh sekali dari yang nama kelayakan dunia pendidikan, ujar Revila wanita kelahiran Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman 46 tahun lalu ini mengakhiri.

Tidak ada komentar