Breaking News

Idrus Marhan Akui Jadi Tersangka di KPK, Karena Itu Segera Mundur dari Mensos

Foto liputan6.com

JAKARTA - Politisi Partai Golkar, Idrus Marhan, mengakui dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka di KPK terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Karena itu, Idrus Marhan mengaku segera mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan Menteri Sosial.

"Yang namanya penyidikan kan pasti sudah tersangka," ujar Idrus Marham seperti dilansir liputan6.com.

Idrus Marham mengatakan, dirinya menerima Surat Pemberitahuan dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena itulah, dia mengundurkan diri sebagai mensos. "Lebih cepat lebih bagus, jangan ada interpretasi-interpretasi lain. Masalah jabatan saya hanya urusan Allah," kata Idrus.

Idrus mengatakan, dia menghormati keputusan KPK dalam kasus yang kini ditangani yaitu kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. "Saya dipanggil saya datang. Karena kita ini, harus memberi contoh pada rakyat saya siap hadapi semua. Apapun tuduhan-tuduhan, kita serahkan ke KPK. Kita hormati KPK. Jangan mencak-mencak," kata Idrus Marham.

Politikus Partai Golkar Idrus Marham mundur dari jabatannya sebagai Menteri Sosial. Surat pengunduran dirinya itu sudah disampaikan ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Saya mengundurkan diri. Lebih cepat lebih bagus, jangan ada interpretasi lain. Masalah jabatan saya hanya urusan Allah," ujar Idrus Marham di Istana Kepresidenan, Jumat (24/8/2018).

Idrus menjelaskan, ia mundur karena ada kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret namanya. "Saya menghormati (KPK). Saya dipanggil saya datang. Karena kita ini, harus memberi contoh pada rakyat saya siap hadapi semua. Apapun tuduhan-tuduhan, kita serahkan ke KPK. Kita hormati KPK," ungkap Idrus Marham.

Berapa Kekayaanya?
Berdasarkan laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses melaluih elhkpn.acch.kpk.go.id harta Idrus Marhamsebesar Rp 25.750.280.215. Harta tersebut dia laporkan saat menjadi Menteri Sosial.

Dalam laman tersebut Idrus tercatat memiliki harta tidak bergerak berupa 60 bidang tanah baik yang sudah terbangun maupun belum. 53 bidang tanah di kawasan Bogor, satu di Makassar, dua di Jakarta Selatan, satu di Jakarta Pusat, dan 3 di Jakarta Timur.

Nilai total harta tidak bergerak milik mantan Menteri Sosial (Mensos) itu sebesar Rp 22.486.820.400.

Sedangkan harta bergerak, Idrus tercatat memiliki mobil Nissan Infinity tahun 2015, mobil Mitsubishi Pajero Tahun 2015, dan mobil Toyota Alphard tahun 2015. Total kendaraan milik Idrus senilai Rp 2.040.000.000.

Giro dan setara kas lainnya milik Idrus yakni sebesar Rp 1.611.798.667. Idrus juga tercatat memiliki utang Rp 388.338.852. Total harta Idrus yakni Rp 25.750.280.215.

Tidak ada komentar