Breaking News

Indonesia Berang, Oposisi Belanda Gelar Kontes Bertema Nabi Muhammad

JAKARTA - Pemimpin oposisi Belanda, Geert Wilders, berencana menggelar kontes kartun bertema Nabi Muhammad, pada 10 November 2018 nanti. Rencana ini mendapat kecaman dari Pemerintah  Indonesia. Kenapa? Pemerintahan Presiden Joko Widodo menilai rencana pelaksanaan kontes kartun bertema Nabi Muhammad tersebut merupakan tindakan provokatif dan tidak bertanggung jawab.


Kecaman Indonesia ini disampaikan melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Retno Marsudi, dalam pernyataan pers yang dilansir di situs Kemlu.go.id, Kamis (30/8/2018). Disebutkan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Retno Marsudi, telah melakukan komunikasi dengan Menlu Belanda, Stephanus Abraham Blok.

Dalam kesempatan itu Marsudi menyampaikan keprihatinan yang mendalam dan mengecam rencana pelaksanaan kontes tersebut. Menlu RI menegaskan bahwa rencana tersebut merupakan tindakan provokatif dan tidak bertanggungjawab. "Kegiatan tersebut membahayakan upaya bersama dalam menciptakan perdamaian, stabilitas dan toleransi antar agama dan peradaban," tegas Retno Marsudi.

Indonesia menekankan bahwa kebebasan berekspresi adalah suatu yang harus dihormati akan tetapi tidak tanpa batas. Semua pihak berkewajiban untuk senantiasa memegang teguh prinsip toleransi untuk saling menghormati.

Seperti diberitakan media,  kontes kartun bertema Nabi Muhammad itu akan digelar pemimpin oposisi Belanda, Geert Wilders di markas partainya, Partai Kebebasan atau Partij voor de Vrijheid (PVV) pada 10 November 2018.

Pemerintah Belanda mengaku tidak setuju dengan kontes itu. ​Namun, pemerintah Belanda menyatakan bahwa melarang kontes akan menjadi pelanggaran hak atas kebebasan berekspresi. “Belanda sangat menganut kebebasan berbicara, tetapi kami juga menghormati agama,” kata Menlu Belanda, Stephanus Abraham Blok. seperti dikutip kantor berita ANP.

Sementara Perdana Menteri Mark Rutte mengklarifikasi bahwa Wilders bukan anggota pemerintah. “Kompetisi itu bukan inisiatif pemerintah,” katanya pada konferensi pers pekan lalu.

Tidak ada komentar