Breaking News

Indonesia Daerah Gempa Aktif: Ini Langkah Penting Menghadapinya

Indonesia termasuk daerah kegempaan cukup aktif. Bencana gempa yang banyak menjadi sorotan dunia adalah gempa yang menibulkan tsunami di Aceh pada tahun 2004 dan gempa bumi di Yogyakarta pada tahun 2006. Akibat kedua bencana itu terdapat ratusan ribu orang tewas.

Menurut Penelitian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak tahun 1991‐2009 (19 tahun) telah terjadi 27 kali gempabumimerusak dan 13 kali gempabumi menimbulkan tsunami. Kalau dirata‐ratakan dan pembulatan, Indonesia mengalami kejadian gempa bumi sebanyak 2 kali dan tsunami 1 kali setiap tahunnya. 

Pada tahun 2009 telah terjadi gempabumi merusak di daerah Papua, Tasikmalaya, Padang, dan Ujung Kulon. Gempabumi berskala besar sering menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi yang sangat parah. Gempabumi Padang 30 September 2009 berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) kerugiannya mencapai Rp 4,8 trilyun dengan korban tewas 1.195 orang, total rumah rusak sebanyak 271.540 unit. 

Gempa bumi disertai tsunami di Aceh 2004 menelan korban hampir 300.000 jiwa di Indonesia, Thailand, India, Srilanka, Maldive, dan Afrika. Kekuatan gempa bumi yang lebih kecil di Yogyakarta 2006 dengan magnitudo hanya 6,3 SR pun bisa menimbulkan korban cukup banyak. Tercatat data korban di Kota Yogyakarta sebanyak 6 ribuan orang meninggal dunia, 17.772 orang luka‐luka, dan banyak terjadi kerusakan.

Apa yang harus dilakukan untuk menghadapi ancaman bencana gempa bumi? Berikut tips yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko dari ancaman bencana gempa bumi.

Tidak ada komentar