Breaking News

Lagi, Gempa 5,1 SR Guncang Lombok: Sejak Juli 2018 Terjadi 1.030 Gempa

JAKARTA – Gempa bumi kembali mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu, 22 Agustus 2018 pukul 21:50 waktu setempat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam rilisnya mengatakan kekuatan gempa adalah 5,1 skala Richter. “Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” bunyi peringatan dini soal gempa tersebut yang dikeluarkan BMKG.

BMKG menerangkan titik gempa tepatnya terjadi di wilayah Sumbawa, 8.15 Lintang Selatan, 116.82 Bujur  Timur. Titik pusat lindu tersebut ada di kedalaman 10 kilometer. Titik pusat gempa berada di 49 km Timur Laut Lombok Timur , 65 kilometer Timur Laut Lombok Utara, 82 kilometer Barat Laut Sumbawa, 93 Timur Laut Mataram.

Hingga saat ini belum diketahui dampak kerusakan dan ada atau tidak korban dari gempa tersebut. Pada 5 Agustus lalu, Lombok diguncang gempa berkekuatan 7 skala Richter. Gempa Lombok tersebut menyebabkan 436 orang meninggal dan 352.793 orang mengungsi.



Sejak Akhir Juli 2018 Ada 1.030 Gempa di Lombok
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, ada 1.030 gempa sejak akhir Juli di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, cuma ada lima gempa yang merusak signifikan.

“Ada lebih dari 1.030 kali gempa susulan usai gempa 6,4 SR pada 29 Juli hingga sekarang di Lombok. Tapi hanya ada lima gempa yang merusak signifikan,” ujar Sutopo, Rabu (22/8). Sumber gempa dari sesar naik Flores di utara Lombok. Sesar ini memanjang dari Flores ke Lombok.

Dia merinci lima gempa itu terdiri dari satu gempa pendahuluan, dua gempa utama, dan dua gempa susulan. Gempa pendahuluan dengan magnitudo 6,4 terjadi pada 29 Juli. Sementara, gempa utama pertama terjadi dengan magnitudo 7,0 pada 5 Agustus dan gempa utama kedua dengan magnitudo 6,9 terjadi pada 19 Agustus.

Di antara gempa-gempa utama itu, ada sejumlah gempa susulan yang juga merusak signifikan. Yakni, gempa dengan magnitudo 5,9 pada 9 Agustus dan gempa bermagnitudo 6,3 pada 19 Agustus. “Sumber gempa dari sesar naik Flores di utara Lombok. Sesar ini memanjang dari Flores ke Lombok,” tambah Sutopo.

Menurutnya, gempa besar yang terjadi beruntun itu dikenal dengan gempa kembar (doublet earthquake). “Sumber gempa di dua segmen berbeda, tetapi memiliki kekuatan yang hampir sama, jarak berdekatan, dan rentang waktu tidak terlalu lama,” jelasnya.

Sementara, lanjut Sutopo, telah terjadi 14 kali gempa susulan sejak gempa utama yang terakhir. “Saat merasakan guncangan gempa segera keluar rumah atau bangunan. Cari tempat aman.

Diimbau tetap tenang. Jangan terpancing hoaks,” tandasnya. Sementara itu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa daging hewan kurban untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Daging kurban tersebut akan disalurkan ke beberapa daerah di Lombok.

Tidak ada komentar