Breaking News

MA Tunda Promosi Jabatan Pimpinan PN Medan


Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) non yudisial Sunarto menyatakan menunda promosi jabatan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan Marsudin Nainggolan dan wakilnya, Wahyu Prasetyo Wibowo. Penundaan promosi imbas operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkup PN Medan.

Sunarto menyatakan, sejatinya Marsudin Nainggolan sudah dipromosikan menjadi Hakim Tinggi di Denpasar, Bali. Sedangkan Wahyu, dipromosikan jadi Ketua PN Serang, Banten.

"Jelas ditunda, dan itu (promosi) terus terang dilakukan melalui fit and proper test," kata Sunarto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, seperti dilansir medcom.id.

Ia menyatakan, kebijakan penundaan tersebut didasari keinginan MA mencari sosok yang memiliki integritas tinggi. OTT yang terjadi di PN Medan barang tentu memberikan nilai minus bagi Marsudin maupun Wahyu.

"Saya tanyakan sebelum dilakukan pertanyaan, apakah saudara bersedia membuat komitmen dengan saya, untuk tidak menyalahgunakan dengan jabatan. Kalau dia enggak mau taat, saya usir, enggak usah tes," tuturnya.

Penundaan tetap berlaku kendati Marsudin dan Wahyu masih berstatus saksi. Menurut Sunarto, promosi jabatan ditunda sampai proses pemeriksaan keduanya dalam kasus itu rampung. Apabila Marsudin dan Wahyu terbukti bersalah dan ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah, MA bakal menghentikan keduanya sebagai hakim.

"Kalau tersangka, langsung pemberhentian sementara, tidak ditunda lagi. Tapi kan kita harus gunakan asas praduga tidak bersalah," ujarnya.

Sunarto menegaskan, MA tidak akan melindungi penegak hukum yang terbukti melakukan pelanggaran, apalagi korupsi. Bagi MA, kata dia, itu merupakan kejahatan profesi, bukan lagi pelanggaran kode etik.

MA berjanji kooperatif terhadap KPK dalam perkara dugaan suap jual beli perkara di PN Medan. MA ingin berantas hakim-hakim nakal. "Kita kerjasama dengan KPK dalam rangka bersih, saya datang ke sini beri dukungan penuh. Karena dibantu KPK harus habis hakim yang nakal-nakal itu," pungkasnya.

Tidak ada komentar