Breaking News

Survei Alvara Research Center: Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Naik


JAKARTA - Survei Alvara Research Center terbaru yang digelar Juli ini, menunjukan elektabilitas (tingkat keterpilihan) Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto meningkat dibandingkan survei sebelumnya.

Alvara Research Center mendapati Jokowi memiliki elektabilitas sebesar 48,4%, sedangkan Prabowo meraup 32,2%. Di bawah kedua tokoh itu tertinggal jauh nama-nama Jusuf Kalla 1,5%, Agus Harimurti Yudhoyono 1,4%, Gatot Nurmantyo 1,2%, Hary Tanoesoedibjo 1,1%, dan sejumlah nama lain. Terdapat 12% masyarakat yang belum menjatuhkan pilihannya.

"Hanya dua calon konsisten nomor satu dan dua dengan dukungan signifikan. Kandidat lain satu koma atau nol koma," ujar Direktur Utama Alvara Research Center Hasanuddin Ali seperti dilansir kabar24.com.

Alvara Research Center mengumpulkan data lewat wawancara tatap muka kepada 1.142 responden berusia di atas 17 tahun di seluruh Indonesia dari 20 sampai 28 Juli 2018. Marjin kesalahan survei sebesar ± 2,95% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Hasanuddin mengatakan lembaganya telah tiga kali melakukan survei elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden yakni pada Januari - Februari 2018, April - Mei 2018, dan Juli 2018.

Hasilnya, kenaikan elektabilitas Prabowo dibandingkan dengan survei April - Mei paling signifikan dari 27,2% menjadi 32,2%. Adapun, Jokowi hanya terdongkrak 1,6% dari 46,8% menjadi 48,4%.

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi mencapai 71,1 persen menyatakan puas dan 4 persen sangat puas. Meningkat bila dibandingkan survei sebelumnya sebesar 65,9 persen yang menyatakan puas dan 6,8 persen yang sangat puas.

Namun dari seluruh kategori tema kepuasan kinerja, terdapat tiga tema ekonomi yang justru menurun yaitu kesejahteraan tenaga kerja dari 57,1 persen menjadi 56,4 persen, kemudahan lapangan kerja dari 53,7 persen menjadi 53,3 persen dan pengentasan kemiskinan dari 56,2 persen menjadi 54,4 persen.

"Di tiga isu ekonomi itulah dimanfaatkan dengan baik oleh pihak Prabowo dalam membentuk narasi di sosial media. Oleh karenanya, kenaikan Prabowo mampu lebih tinggi dibanding Jokowi," katanya.

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum membuka pendaftaran calon peserta Pilpres 2019 mulai Sabtu (4/8/2018)   dan ditutup Jumat (10/7/2018) pekan depan.

Kontestan dapat diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki 20% kursi DPR atau 25% suara sah nasional pada Pemilu Legislatif 2014. Selain itu, menurut dia, peningkatan elektabilitas Jokowi juga didukung dengan tingkat kepuasan publik yang meningkat dibandingkan survei sebelumnya.


Tidak ada komentar