Breaking News

Indonesia Tambah Emas Ke-31 Lewat Sepak Takraw

Menjelang penutupan Asian Games 2018, Indonesia masih dapat menambah medali emas, perak dan perunggu. Satu medali emas diperoleh Timnas putra Sepak Takraw, satu medali perak  siperoleh atlet dayung putri Indonesia Andriyani Riska. Sedang satu medali perunggu dari cabang olahraga soft tenis. Dengan tambahan medali itu, posisi Indonesia tetap kokoh diposisi ke-4 Asian Games 2018 dengan jumlah medali sebanyak 98 terdiri 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu.


Tambahan medali emas dipastikan setelah Timnas putra Sepak Takraw berhasil menumbangkan Jepang melalui pertandingan sengit pada babak final nomor quadran dengan skor akhir 2-1.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Ranau Hall Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sabtu, timnas putra menang setelah menjalani tiga set pertandingan dengan skor 15-21 pada set pertama, 21-14 di set kedua, dan 21-16 di set terakhir.

"Set awal memang kami agak lengah, terutama saat blocking itu yang kurang. Di set kedua saya instruksikan ke anak-anak agar memperkuat blocking lawan, dua atau tiga (pemain) untuk memblok. Alhamdulillah bisa, membawa hasil positif," tutur pelatih timnas Sepak Takraw Asry Syam saat ditemui usai pertandingan.

Sementara atlet dayung putri Indonesia Andriyani Riska yang diandalkan meraih emas hanya mampu merebut medali perak kelas kano tunggal (Canoe single/C1) putri 200 meter. Dalam final nomor kano sprint kelas kano tunggal (Canoe single/C1) putri 200 meter di stadion dayung Jakabaring Sports City (JSC) Palembang, Sabtu, pedayung tuan rumah bersaing ketat dengan pedayung China Sun Mengya peraih emas.

Pedayung Indonesia Andriyani Riska menempati urutan kedua melintasi garis finish dengan catatan waktu 49.086 detik sedangkan atlet China Sun Mengya yang berada di urutan pertama memiliki catatan waktu 49.070 detik.

Sedangkan di urutan ke tiga atau medali perunggu diraih pedayung dari Uzbekistan Rakhmatova Dinoza dengan catatan waktu 49.282 detik.

Kontingen Indonesia mendapatkan tambahan satu medali perunggu dari cabang olahraga soft tenis usai berhasil menembus semifinal beregu putra pada Sabtu.  Hal tersebut dipaatikan usai tim Merah Putih berhasil menundukkan Mongolia di perempat final 2-0, dalam pertarungan yang dihelat di lapangan tenis Jakabaring, Palembang.

Sayangnya medali perunggu tersebut adalah yang terakhir bisa disumbangkan tim soft tenis Indonesia setelah mereka tak bisa melaju ke final usai dikalahkan oleh Korea 2-0. "Kami telah berusaha semaksimal mungkin, harusnya tadi bisa. Namun hari ini bukan harinya kami dan mereka memang bermain lebih padu," kata pemain soft tenis tunggal Indonesia, Alexander Elbert Sie, selepas pertandingan.

Sejak awal Asian Games 2018, kontimgen China tidak tergoyahkan sebagai peraih medali terbanyak, yakni 273 terdiri 123 emas, 87 perak dan 63 perunggu. Jepang terbanyak kedua dengan jumlah medali sebanyak 195 terdiri 70 emas, 52 perak dan 73 perunggu. Posisi ketiga tetap dikuasai Korea dengan jumlah medali sebanyak 165 terdiri 45 emas, 54 perak dan 66 perunggu.





Tidak ada komentar