Breaking News

Rupiah Terus Bergerak Menguat 2 Hari Terakhir Ini


JAKARTA - Setelah mengalami pelemahan hingga mendekati level Rp15.000 per dolar AS pada Rabu 5 September 2018 lalu, rupiah kini terus bergerak menguat dalam dua hari terakhir. Hingga 7 September 2018 sore ini, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot menguat 18 poin atau 0,12 persen. Bank Indonesia (BI) sangat bersyukur karena kurs rupiah terus menguat dalam dua hari terakhir ini.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, menguatnya rupiah merupakan kerja sama seluruh pihak, termasuk pemerintah dan pelaku usaha. "Ini karunia Allah juga dan rupiahnya stabil, menguat, saya tentu saja apresiasi kepada pemerintah telah dan akan terus melakukan langkah-langkah konkret untuk menurunkan current account deficit (CAD)," kata Perry seperti dilansir  iNews.id , Jumat (7/9/2018).

Menurut Perry, menguatnya rupiah karena pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan yang fokus menekan CAD, seperti biodiesel 20 persen dan kenaikan pajak PPh pasal 22 untuk membatasi impor. "Defisit saya garis bawahi konkret karena memang sejumlah langkah dan akan terus dilakukan. B20 kan sudah implementasi, terus ibu menteri keuangan sudah mengumumkan soal PPh impor," katanya.

Pria kelahiran Sukoharjo itu juga tetap berharap pemerintah merealisasikan 10 Bali Baru untuk mendukung sektor pariwisata.

"Dengan langkah itu saya meyakini bahwa defisit transaksi berjalan akan turun, tidak hanya tahun ini tapi tahun depan secara signifikan, dan karena itu juga akan mendukung stabilitas nilai tukar ke depannya," tuturnya.

Perry juga mengapresiasi eksportir yang mulai menukarkan dolar AS-nya ke perbankan sehingga cadangan devisa mulai menguat. "Apresiasi kepada pengusaha yang mempungai devisa khususnya, mempungai valas, menjual valasnya dan itu menambah suplai di pasar sehingga dua hari ini suplai demand terus berlangsung dan itu juga bagian penting mengenai pergerakan nilai tukar yang stabil dan menguat," ujarnya.

BI, kata Perry, juga terus memantau dan mengintervensi pasar supaya kurs rupiah tetap stabil. Dari pantauan otoritas moneter, suplai dolar AS di pasar saat ini cukup baik. Dia pun optimistis bauran kebijakan yang diambil berbagai pemangku kepentingan bisa memperkuat rupiah ke depan.

Tidak ada komentar