Breaking News

Soetrisno Bachir dan Kawan-kawannya Dukung Joko Widodo - Ma'ruf Amin


JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan boleh saja sesumbar bahwa  semua kadernya mematuhi kebijakan partai yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Namun, indikasi adanya pembelotan di tubuh PAN sulit untuk dibantah. Contohnya, mantan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir tetap mendukung pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

Apa tandanya Soetrisno Bachir tetap mendukung Jokowi?  Soetrisno Bachir yang juga mantan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN, hingga kini tak dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Soetrisno Bachir tetap nyaman bertugas membantu Jokowi di KEIN, beda dengan Asman Abnur yang telah dicopot dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Sementara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf, Arsul Sani, mengakui bahwa Soetrisno Bachir berada di barisan pendukung Joko Widodo - Ma'ruf Amin. “Kalau dari Partai Demokrat sudah beredar. Kalau dari PAN, insyaallah Soetrisno Bachir dan kawan-kawan dukung Pak Jokowi,” kata Arsul, Selasa (11/9).

Keterangan serupa juga dipaparkan Direktur Program Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Aria Bima. Menurutnya, Soetrisno hingga kini masih aktif di salah satu tim media sosial relawan Jokowi, Jokowinomic. "Setahu saya dia aktif (Soetrisno Bachir) dari dulu kok, di beberapa relawan juga dia aktif untuk tim sosial media, di grup Jokowinomics," kata Aria Bima di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa, 11 September 2018.

Menurut Asrul Sani, masuknya Soetrisno di gerbong Jokowi – Ma’ruf bukan hal yang mengejutkan.  “Pak SB (Soetrisno Bachir) kan dari dulu pendukung Pak Jokowi,” lanjutnya.

Arsul menerangkan meski Soetrisno tidak masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN). Soetrisno, imbuhnya, akan menjadi semacam influencer bagi tim kampanye. “Kan beliau-beliau yang mendukung tidak harus secara formal ada dalam struktur TKN, apalagi setelah masuk masa kampanye maka TKN nggak bisa diubah. Bagi kami yang penting beliau-beliau itu bergabung dan memberikan masukan-masukan baiknya,” tandas Arsul.

Seperti diketahui, sejak Pilpres 2014 silam, Soetrisno Bachir memang sudah berbeda sikap politik dengan PAN.  Saat itu, ia memang mendukung Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla. Padahal, partai berlambang matahari itu mengusung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

Selepas Pilpres 2014, PAN kemudian berbelok arah dan mendukung Jokowi-JK. Soetrisno pun dilantik menjadi Ketua KEIN di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 20 Januari 2016. ‎Belakangan, menjelang Pilpres 2019, PAN berbalik mendukung Prabowo-Sandiaga Uno. Namun Soetrisno Bachir tetap konsisten untuk mendukung Jokowi, tidak bersikap zig-zag seperti langkah partainya.

Tidak ada komentar