Breaking News

Survei Indikator: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 57,7%, Prabowo-Sandi 32,3%


JAKARTA - Tingkat elektabilitas pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi). Apabila pilpres dilaksanakan sekarang, Jokowi-Ma'ruf dipastikan mengalahkan Prabowo-Sandi.

"Dalam simulasi dua pasangan, Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf mendapatkan 57,7%, Pak Prabowo dan Sandiaga 32,3%. Yang tidak akan memilih atau golput 1%, sedangkan yang belum menentukan pilihan 9%," kata Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi, saat memaparkan hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres di Jakarta, Rabu (26/9).

Menurutnya, selisih tersebut belum masuk kategori sangat aman. "Elektabilitas 57% ini harus jadi pelecut untuk menaikkan elektabilitas. Sebaliknya, 32,3% yang didapatkan Pak Prabowo dan Sandiaga bukan akhir dari segalanya," ujarnya.

Survei dilaksanakan pada 1-6 September 2018. Populasi survei yaitu seluruh warga yang mempunyai hak pilih dalam pemilu. Jumlah responden sebanyak 1.220 orang yang tersebar di 34 provinsi, dengan margin of error plus minus 2,9%, pada tingkat kepercayaan 95%. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka, tidak melalui telepon atau internet.

Pada simulasi top of mind atau pertanyaan terbuka tanpa disodorkan nama tertentu, dukungan terhadap Jokowi mencapai 46%, Prabowo 22%, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 0,5%, ustaz Abdul Somad 0,3%, Gatot Nurmantyo 0,2%, dan nama lainnya 0,1%.

"Pak Jokowi masih unggul atas Pak Prabowo. Secara spontan, dukungan untuk Pak Jokowi 46%, dan Pak Prabowo 22%, yang tidak menjawab sekitar 30%," jelasnya.

Sedangkan, saat diajukan simulasi dua nama, Jokowi meraih elektabilitas 57%, dan Prabowo 31,3%. "Responden yang tidak akan memilih atau golput 1,1%, dan yang tidak menjawab 10,5%," sambungnya.

Burhanuddin menuturkan, kepada responden juga ditanyakan terkait kemungkinan mengubah pilihan. Sebanyak 44,8% menyatakan kecil kemungkinan mengalihkan dukungan, dan 29,5% mengaku sangat kecil. Publik yang menjawab sangat dan cukup besar mengubah sikap sebesar 4,6% dan 20,4%.

"Kalau kemudian dalam beberapa ke depan ada isu-isu yang gagal dijelaskan pemerintah, bukan tidak mungkin elektabilitas Pak Jokowi turun," tandasnya.

Terkait popularitas, Jokowi juga masih berada di atas Prabowo dengan selisih 2%. Sebanyak 99% respoden mengetahui sosok Jokowi, sedangkan Prabowo 97%. Jokowi juga disukai oleh 88% respoden, dan hanya 9% memilih tidak suka. Adapun tingkat kesukaan terhadap Prabowo mencapai 75%, dan tidak suka 15%.

"Hampir semua pemilih kenal Jokowi dan Prabowo. Jokowi lebih disukai ketimbang Prabowo, dan pemilih yang eksplisit tidak suka terhadap Prabowo hampir dua kali lipat ketimbang Jokowi," ungkap Burhanuddin.

Untuk cawapres, nama Ma'ruf dikenal 70% responden, dan yang mengaku tidak tahu 30%. Sementara Sandiaga, publik yang tahu 73%, sedangkan tidak tahu 27%. "Tingkat popularitas Sandiaga sedikit lebih tinggi dibanding Kiai Ma'ruf. Jadi Kiai Ma'ruf ini harus lebih sering turun," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan

Tidak ada komentar