Breaking News

Tim Densus 88 Tembak Mati Dua Anggota JAD Penembak Polisi

CIREBON - Tim Densus 88 Mabes Polri, Ditreskrimum Polda Jabar dan Polda Jateng, akhirnya berhasil meringkus enam pelaku penembakan terhadap dua anggota Unit Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Kanci-Pejagan 15 Ditlantas Polda Jabar Ipda Dodon Kusdianto dan Aiptu Widi Harjana.

Dua dari enam pelaku, terpaksa ditembak mati petugas karena melawan. Mereka adalah Rajendra Sulistiyanto dan Ica Ardebaron. Keduanya merupakan anggota jaringan teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD).



Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana, membenarkan adanya penangkapan tersangka penembak dua anggota PJR. "Sudah diamankan. Dari enam yang diamankan, dua di antaranya tewas," kata Umar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (3/9/2018).

Umar menuturkan, satu dari enam orang yang diamankan diduga terlibat penganiayaan terhadap Brigadir Angga, anggota Polres Cirebon Kota di Jalan Diponegoro, Kota Cirebon pada Minggu 20 Agustus 2018. Mereka juga diduga terlibat penyerangan terhadap anggota Polsek Bulakamba, Brebes di Jalan Pantura, Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes pada 11 Juni 2018 sekitar pukul 19.50 WIB.

Kasus ketiga adalah penembakan terhadap Ipda Dodon dan Aiptu Widi, anggota Unit PJR Tol Kanci-Jejagan 15 di Km 224+400 Tol Kanci-Pejagan, Kabupaten Cirebon pada Jumat 24 Agustus 2018.
"Tiga TKP (tempat kejadian perkara) itu saling terkait dan pelakunya satu jaringan (teroris)," ujar Umar.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol M Tito Karnavian mengungkapkan peristiwa penembakan terhadap dua polisi anggota PJR Ditlantas Polda Jabar di Cirebon bermotif balas dendam lantaran ada anggota JAD ditangkap polisi. "Kenapa dia melakukan, motifnya pun sudah tahu. Yaitu mertuanya ditangkap. Mertuanya juga anggota JAD ditangkap duluan sebulan lalu," kata Tito di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat 31 Agustus 2018.

Seperti diketahui, dalam penembakan di Tol Kanci-Pejagan KM 224 pada 24 Agustus silam, dua anggota polisi PJR terluka, yakni Aiptu Dodon Kusgiantoro dan Aiptu Widi Harjanamenjadi. Aiptu Dodon akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis pada 28 Agustus silam.


Tidak ada komentar