Breaking News

Tim Saber Pungli Gelar OTT, 374 Sertifikat Diamankan


PADANG  – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Sumatera Barat (Sumbar) mengamankan satu tersangka saat operasi tangkap tangan (OTT) pungli pengurusan sertifikat tanah di Jorong Sidomulyo, Nagari Desabaru, Kecamatan Ranahbatahan, Kabupaten Pasaman Barat. Petugas juga mengamankan uang tunai Rp29 juta dan 374 sertifikat tanah.

Ketua Tim Saber Pungli Polda Sumbar Kombes Pol Dody Marsidy memaparkan, tersangka yang diamankan seorang petani berinisial SU (48). Petani di Nagari Desa Baru itu diciduk petugas Saber Pungli Polda Sumbar saat melakukan transaksi pengurusan percepatan sertifikat tanah.

“Tersangka diciduk saat mengurus sertifikat tanah dengan seorang petugas yang tengah menyamar sebagai pemilik tanah,” kata Dody Marsidy saat konferensi pers di Mapolda Sumbar, seperti dilansir iNews.id, Rabu (19/9/2018).

Dody mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan banyaknya laporan dari masyarakat setempat terkait adanya pungli saat mengurus pembuatan sertifikat tanah di daerah Pasaman Barat. Pengurusan sertifikat itu merupakan bagian dari program percepatan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) II tahun 2017.

Tersangka memanfaatkan program pemerintah pendaftaran tanah sistematis lengkap yang sedang mengejar target pembagian jutaan sertifikat tanah. Dalam kasus ini, pelaku meminta uang untuk pengambilan setiap sertifikat tanah sebesar Rp800.000.

Pelaku mengaku uang tersebut digunakan untuk pendataan, pengukuran, hingga pengambilan sertifikat di badan pertanahan nasional. Sementara batas biaya maksimal yang diizinkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebesar Rp250.000 untuk pengukuran dan lainnya yang tidak didukung anggaran. 

“Korban tersangka ini masyarakat sekitar yang mengurus sertifikat tanah yang terdata. Pengakuan masyarakat, sebetulnya masyarakat cukup terbantu dengan pengurusan ini, tapi masalahnya biaya yang dipungut melebihi ketentuan,” ujarnya.

Dari tangan tersangka diamankan uang sejumlah Rp29 juta yang diduga hasil pungli pengurusan sertifikat serta 374 sertifikat tanah. Selain itu, buku catatan penerimaan dan pengeluaran dan telepon seluler (ponsel) yang digunakan untuk transaksi.

Tim Saber Pungli Polda Sumbar saat ini masih melakukan pendalaman kasus untuk menjaring pihak-pihak lain yang terlibat dalam pungli pengurusan sertifikat tanah di Sumbar. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 12 huruf e Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 378 KUHP. Ancaman hukumannya seumur hidup atau pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Tidak ada komentar