Breaking News

Ismail Yusanto Ikut Turun Aksi Bela Tauhid di Kemenko Polhukam: Tuntut Ganti Sistem dan Tegakkan Khilafah !


JAKARTA - Sekelompok massa menggelar Aksi Bela Tauhid di depan Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018). Dalam aksi ini, orator dan massa sempat meneriakkan '2019 ganti presiden'. Selain itu, ada juga orator yang meminta pembubaran Banser.

Di antara para peserta aksi Aksi Bela Tauhid, juga ada yang membentang poster berisi tuntutan mengganti sistem dan penegakan khilafah. Mantan jubir HTI, Ismail Yusanto, juga tampak hadir di tengah peserta Aksi Bela Tauhid.

Setelah melakukan orasi bergantian, delegasi massa Aksi Bela Tauhid akhirnya diterima pihak Kementerian Koordiantor Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam). Ada tujuh orang delegasi yang masuk ke Kantor Kemenko Polhukam. Delegasi Aksi Bela Tauhid  yang dipimpin Kiai Abdulrasyid Abdullah Syafi'i itu diajak berdialog dengan Sekretaris Menko Polhukam Mayjen Agus Surya Bakti.

Kepada Sekretaris Menko Polhukam Mayjen Agus Surya Bakti, delegasi Aksi Bela Tauhid menyampaikan permintaan untuk bertemu langsung dengan Menko Polhukam Wiranto. Namun, sayangnya Wiranto tidak ada di tempat. Saat ini Wiranto tengah berada di Palu untuk mamantau proses tanggap darurat bencana gempa dan tsunami.

Kepada Agus, para delegasi akhirnya menitipkan aspirasi. "Pertemuan berlangsung cair. Mereka satu persatu menyampaikan aspirasi ya," kata Agus seusai menemui delegasi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Seusai menyampaikan aspirasi, delegasi meminta Agus untuk menemui massa aksi dan menjelaskan bahwa Menkopolhukam Wiranto sedang tidak ada di Jakarta. Agus memenuhi permintaan delegasi.

Di atas mobil komando, Agus menyampaikan apresiasi kepada massa aksi lantaran telah menyampaikan aspirasi secara tertib. Agus mengatakan akan segera menyampaikan tuntutan dari massa aksi kepada Menko Polhukam. dalam peringatan Hari Santri Nasional, yang dinyatakan sebagai bendera HTI.




Tidak ada komentar