Breaking News

Waduh, Hanum Rais Dilaporkan Langgar Kode Etik Kedokteran


"Drama hoax tentang penganiayaan Ratna Sarumpaet", berbuntut panjang. Para pengacara yang tergabung dalam Advokat Indonesia Maju (AIM) melaporkan dokter gigi Hanum Salsabiela Rais yang diduga punya keterkaitan dalam konspirasi kasus berita bohong (hoax) Ratna Sarumpaet.

Para advokat itu mendatangi Kantor Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) di Jalan Utan Kayu Raya, Jakarta, Kamis (18/10/2018). Mereka menyampaikan surat pengaduan resmi terkait perilaku Hanum Rais yang dinilai tidak terpuji sebagai profesi dokter gigi.

Para advokat yang melaporkan Drg Hanum Rais antara lain Ketua Umum Advokat Indonesia Maju Sandi E. Situngkir, SH, MH, didampingi Ketua I Dr. Urbanisasi, SH., MH., CLA., CIL., Ketua II Arthur Yudi Wardana, SH, MH, Ketua III Baharudin Farawowan, SH., MH., Arthur Rumimpunu, SH., Edi Winarto, SH, MH, CLA, Sirjon Pinem, SH. MH, Silvia Devi Soembarto, SH, dan beberapa pengurus Advokat Indonesia Maju.

Dalam drama hoax Ratna Sarumpaet, Hanum Rais bukan hanya memposting video bersama Ratna Sarumpaet, namun juga memposting keterangan tentang keahliannya sebagai dokter dalam mendiagnosa "luka" Ratna Sarumpaet. Dalam akun media sosialnya Hanum Rais menyatakan : “Sy melihat meraba dan memeriksa luka Bu Ratna kemarin. Sy bisa membedakan mana gurat pasca operasi & pasca dihujani tendangan, pukulan. Hinala mereka yg menganggap sebagai berita bohong. Krn mereka tahut, kebohongan yg mereka harapkan, sirna oleh kebenaran”.

Padahal faktanya tidak demikian. Kebohongan ini, menurut Advokat Indonesia Maju, mengandung unsur pelanggaran kode etik profesi. Karena Hanum berprofesi seorang dokter gigi maka publik akan mempercayai penjelasannya. Pernyataan Drg Hanum Salsabiela Rais yang tersebar di media sosial tentang luka wajah Ratna Sarumpaet merupakan sebuah kebohongan yang dapat dipercaya oleh publik karena ia seorang dokter.

“Tentu saja komentar saudara drg. Hanum Salsabiela Rais, dapat diyakini oleh masyarakat karena profesi yang bersangkutan sebagai dokter dan kemudian dengan sengaja disebar (posting) melalui media massa cetak, televisi, online, instagram, facebook, WhatssApp.

Sehingga perbuatan yang dilakukan oleh saudara drg. Hanum Salsabiela Rais, yang menyatakan luka-luka yang dialami oleh Ratna Sarumpaet, sudah dilihat, diraba dan memeriksa luka hal itu terjadi karena dihujani tendangan dan pukulan, itu dapat merubah keyakinan masyarakat,” tegas Tim AIM dalam laporannya.

Juru bicara Tim AIM, Urbanisasi mengatakan bahwa sebagai dokter tentu masyarakat dapat memahami kebenaran yang disampaikan oleh drg. Hanum Salsabiela Rais, terlebih-lebih ada kata-kata “Sy melihat, meraba dan memeriksa luka” yang kemudian disimpulkan oleh yang bersangkutan luka tersebut dikarenakan “dihujani tendangan dan pukulan”.

Hal ini menurutnya dapat mempengaruhi persepsi masyarakat untuk membenarkan kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet.

Hanum Rais yang masih memegang ijin praktek dokter gigi dinilai AIM, pasti mengetahui ilmu dasar kedokteran. “Sehingga apa yang disampaikan oleh saudara Hanum Salsabiela Rais, ketika melakukan pemeriksaan kepada Tersangka Ratna Sarumpaet, pastilah sesuai dengan keilmuan saudara Hanum Salsabiela sebagai dokter,” kata Urbanisasi.

“Akan tetapi dalam fakta hukumnya, peristiwa Ratna Sarumpaet adalah rekayasa politik untuk menjatuhkan pasangan calon lainnya dalam kontestasi Pilpres Tahun 2019. Perbuatan drg. Hanum Salsabiela Rais diduga melakukan Pelanggaran Kode Etik Kedokteran/Kodekteran Gigi. Dalam Pasal 4 Kode Etik Kedokteran Gigi menyatakan : Dokter Gigi di Indonesia harus memberi kesan dan keterangan atau pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Urbanisasi.

Sedangkan dalam Sumpah Profesi sebagai Dokter Gigi, menyatakan “Demi Allah Saya Bersumpah bahwa : Saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran gigi Saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan perikemanusiaan sekalipun diancam; Saya, dalam menunaikan kewajiban terhadap pasien akan beriktiar dengan sungguh-sungguh tanpa terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, perbedaan kelamin, politik, kepartaian, dan kedudukan sosial.

Bahwa dalam faktanya, menurut Urbanisasi, perbuatan yang dilakukan oleh drg. Hanum Salsabiela Rais, diduga melakukan pelanggaran terhadap Pasal 4 Kode Etik Kedokteran Gigi dan Sumpah Kedokteran Gigi di Indonesia.

Untuk itu, Advokat Indonesia Maju (AIM) menyampaikan Pengaduan Tertulis kepada Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia untuk melakukan pemeriksaan kepada Teradu drg. Hanum Salsabiela Rais, sekaligus pemberian sanksi pemberhentian bila terbukti melanggar kode etik profesi Dokter Gigi Indonesia.

Sementara diketahui, Ratna Sarumpaet sendiri telah mengakui kepada publik bahwa dirinya telah melakukan kebohongan. Ratna Sarumpaet juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik kepolisian atas hal yang dilakukannya, sehingga keterangan yang diberikan drg. Hanum Salsabiela Rais, dinilai Tim AIM tidak sesuai dengan fakta sebenarnya dan menyalahi profesi yang melekat pada yang bersangkutan.

Tidak ada komentar